Iran Luncurkan ‘Arash Sang Pemanah’, Sistem Pertahanan Udara Baru Pemburu Drone AS
Iran Luncurkan ‘Arash Sang Pemanah’, Sistem Pertahanan Udara Baru Pemburu Drone AS

Iran Luncurkan ‘Arash Sang Pemanah’, Sistem Pertahanan Udara Baru Pemburu Drone AS

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Teheran, IranPemerintah Iran mengumumkan peluncuran sistem pertahanan udara baru yang dinamai “Arash Sang Pemanah” setelah berhasil menembak jatuh pesawat tak berawak tipe MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di perairan Selat Hormuz pada awal pekan ini.

Berikut adalah beberapa fitur utama yang diungkapkan oleh pihak Iran:

  • Radar multi‑mode dengan kemampuan deteksi hingga 150 kilometer.
  • Rudal permukaan‑ke‑udara berkecepatan supersonik dengan jangkauan 70 kilometer.
  • Sistem otomatisasi yang memungkinkan respons dalam hitungan detik setelah deteksi.
  • Integrasi jaringan komunikasi terenkripsi untuk koordinasi antar unit pertahanan.

Insiden penembakan MQ-9 Reaper terjadi pada 4 Mei 2024, ketika drone tersebut melintasi wilayah udara yang dianggap Iran sebagai zona pertahanan strategis. Menurut otoritas Iran, drone tersebut melakukan pemetaan dan pengintaian tanpa izin, sehingga menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional.

Pihak Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi mengenai kejadian tersebut, namun menyatakan akan meninjau kembali prosedur operasional drone di kawasan tersebut. Sementara itu, para pengamat militer menilai peluncuran “Arash” sebagai upaya Iran memperkuat kedaulatan udara dan menambah kemampuan anti‑drone di tengah ketegangan regional.

Keberhasilan sistem ini dapat memengaruhi dinamika keamanan di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Jika “Arash” terbukti efektif, negara‑negara di kawasan mungkin akan menyesuaikan taktik pengawasan dan operasi udara mereka.

Secara teknis, “Arash” diklaim menggunakan teknologi radar berbasis fase array yang memungkinkan pelacakan simultan pada banyak target. Selain itu, rudal yang dipasangkan didukung oleh sistem pemandu inersia dan koreksi berbasis data radar real‑time, sehingga meningkatkan akurasi tembakan.

Pengembangan sistem pertahanan ini merupakan bagian dari program militer Iran yang menekankan kemandirian teknologi, terutama setelah sanksi internasional membatasi akses ke komponen luar negeri. Pemerintah menegaskan bahwa “Arash” akan terus diupgrade untuk mengantisipasi evolusi ancaman UAV modern.