LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Ferdinand Hutahaean, anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengkritik keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menuduhnya mengkhianati mantan rival politik, Prabowo Subianto, demi menyiapkan ambisi politik keluarganya menjelang pemilihan umum 2029.
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan Hutahaean:
- Jokowi secara terbuka menolak koalisi dengan Prabowo, padahal sebelumnya ada sinyal kerjasama dalam beberapa isu kebangsaan.
- Rencana safari ke daerah‑daerah strategis dianggap sebagai upaya memobilisasi basis dukungan untuk calon‑calon yang dipilihnya, bukan sekadar kunjungan kerja.
- Hutahaean menuding bahwa ambisi politik keluarga Jokowi, termasuk potensi pencalonan anggota keluarga atau kroni dalam pemilihan 2029, menjadi motivasi utama di balik perubahan sikap tersebut.
- Pengkhianatan ini, kata Hutahaean, dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap integritas politikus senior yang selama ini dijunjung sebagai figur persatuan.
Hutahaean menambahkan bahwa dinamika ini dapat memperlemah posisi koalisi pemerintah di DPR, mengingat PDIP memegang peran kunci dalam mendukung kebijakan Presiden. Ia menyerukan agar partai‑partai lain dan masyarakat luas tetap kritis terhadap setiap langkah politik yang tampak menyimpang dari prinsip‑prinsip demokrasi.
Pengamat politik menilai tuduhan Hutahaean mencerminkan ketegangan internal dalam koalisi pemerintah, terutama menjelang pemilihan yang diprediksi akan menjadi ajang kompetisi sengit antara koalisi pro‑Jokowi dan oposisi yang dipimpin Prabowo. Mereka juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses politik, agar kepercayaan publik tidak semakin menurun.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet