LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Dalam sebuah wawancara eksklusif di Ariel Helwani Show, petinju dan kickboxer legendaris Belanda, Rico Verhoeven, mengungkap detail cara ia menilai pertarungan melawan juara tinju kelas berat dunia, Oleksandr Usyk, yang berakhir dengan kontroversi penghentian di ronde ke-11. Meskipun Verhoeven masuk sebagai underdog, ia mengklaim telah mendominasi sebagian besar laga dan bahkan memimpin pada salah satu kartu skor juri sebelum wasit menghentikan pertarungan.
Awal Pertarungan: Kejutan di Panggung Piramida
Pertarungan yang berlangsung di depan piramida Giza menarik perhatian dunia olahraga karena mengadu dua gaya bertarung yang berbeda: tinju tradisional Usyk dan gaya gulat-kickboxing Verhoeven. Pada ronde pertama, Verhoeven menampilkan agresivitas tinggi, menyerang dengan jab dan hook yang khas, membuat Usyk terpaksa menyesuaikan ritme. Namun, juara Ukraina segera merespons di ronde kedua, mengembalikan kontrol dengan kombinasi pukulan tubuh.
Perubahan Momentum di Tengah Laga
Selama ronde ke-4 hingga ke-8, Verhoeven menyatakan bahwa ia merasa berada di posisi menguntungkan. Ia mencatat bahwa “poin terbuka menunjukkan kami imbang, namun saya merasa 3-1 untuk saya.” Ia menambahkan bahwa setelah empat ronde tambahan, skor tetap imbang, menimbulkan kecurigaan pada dirinya bahwa juri mungkin belum memperhitungkan kerja kerasnya. Menurut Verhoeven, ia berhasil menekan Usyk ke tali, terutama pada ronde kedelapan ketika ia meluncurkan pukulan kanan kuat yang membuat Usyk terhuyung.
Strategi Scoring Verhoeven
Verhoeven menjelaskan bahwa ia menghitung skor secara pribadi dengan pendekatan sederhana: menghitung ronde yang ia rasa unggul dan mengabaikan ronde yang terasa “samar”. Ia memperkirakan dirinya berada di posisi 8-2 setelah sepuluh ronde, meskipun juri secara resmi mencatat dua kartu skor seimbang dan satu kartu yang memihak Usyk. “Saya melihat beberapa ronde dan bertanya, ‘Bagaimana saya bisa kalah di ronde ini?’ Padahal saya hampir tidak tersentuh,” ujarnya.
Kontroversi Penghentian di Ronde ke-11
Di ronde ke-11, Usyk melancarkan serangan uppercut yang menjatuhkan Verhoeven. Meskipun Verhoeven berhasil bangkit sebelum hitungan selesai, wasit Mark Lyson menghentikan pertarungan setelah serangkaian pukulan lanjutan, meskipun bel ronde sudah berbunyi. Verhoeven menilai keputusan tersebut terlalu dini, mengingat ia masih memiliki sisa tenaga dan peluang untuk kembali mengendalikan pertarungan.
Dampak Pertarungan Terhadap Peringkat dan P4P
Walaupun hasil akhir menambah kemenangan Usyk, pertarungan ini memberi dampak positif pada peringkat tinju kelas berat. Analisis para pengamat menyebutkan bahwa penampilan agresif Verhoeven memperkuat argumen Naoya Inoue dalam perdebatan Pound-for-Pound (P4P), karena mengindikasikan bahwa petarung lintas disiplin dapat menantang juara kelas berat. Inoue, yang tengah mengukuhkan posisinya di divisi bantam, kini memiliki referensi tambahan dalam debat global tentang siapa petarung terbaik secara keseluruhan.
Reaksi Usyk dan Prospek Selanjutnya
Usyk, dalam wawancara dengan Dazn, menyebut pertarungan tersebut “sulit” namun “bagus”, dan menegaskan kesiapan melawan petinju Jerman, Agit Kabayel, yang menunggu di ring. Verhoeven, di sisi lain, menegaskan keinginannya untuk kembali ke ring dan memperbaiki strategi scoringnya, sambil menilai penghentian tersebut sebagai “bukan keputusan saya”.
Kesimpulannya, meski hasil resmi menunjukkan kemenangan Usyk, Verhoeven memberikan perspektif baru tentang bagaimana ia menilai pertarungan, menyoroti ketidakseimbangan antara persepsi juri dan realita di dalam ring. Pertarungan ini tidak hanya menambah catatan sejarah antara dua legenda, tetapi juga memicu perdebatan lebih luas mengenai penilaian skor, keputusan wasit, dan implikasinya terhadap hierarki kelas berat dunia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet