LintasWarganet.com – 28 Mei 2026 | Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Kamis, 28 Mei 2026, mengumumkan peluncuran serangan balasan terhadap pangkalan udara milik Amerika Serikat yang terletak di Kuwait. Serangan ini dilakukan sebagai respons atas serangan udara AS yang baru-baru ini menargetkan wilayah Bandar Abbas, Iran.
- Hanggar pesawat tempur F-16 yang sedang berada di pangkalan.
- Fasilitas logistik dan penyimpanan amunisi.
- Sistem pertahanan udara di sekitar pangkalan.
IRGC menyatakan bahwa serangan ini berhasil menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur militer AS, meskipun belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Pihak militer Kuwait menolak mengonfirmasi jumlah kerusakan secara detail, namun menyatakan bahwa operasional pangkalan tetap berjalan dengan penyesuaian sementara.
Serangan balasan ini menambah ketegangan yang telah lama berlangsung antara Tehran dan Washington. Beberapa poin penting yang menjadi latar belakang konflik ini antara lain:
- Penembakan pesawat tak berawak (drone) Iran di perairan Teluk Persia pada awal bulan Mei 2026.
- Peningkatan kehadiran militer Amerika di wilayah Teluk, termasuk rotasi kapal perang dan pesawat patroli.
- Sanksi ekonomi yang diperpanjang oleh AS terhadap sektor energi Iran.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan militer ini bersifat defensif dan akan terus dilakukan selama ancaman dari pihak Amerika Serikat tetap ada. Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Kuwait menolak tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa operasi mereka di wilayah tersebut sah dan sesuai dengan hukum internasional.
Analisis para pakar keamanan regional menunjukkan bahwa eskalasi semacam ini dapat memicu respons balasan lebih lanjut, baik dari pihak Amerika Serikat maupun sekutu-sekutunya di Timur Tengah. Namun, ada pula pandangan bahwa kedua belah pihak mungkin akan berusaha menahan konflik agar tidak meluas ke skala yang lebih besar.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet