LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Di bawah terik matahari yang menyinari lapangan Spotify Camp Nou, kapten Barcelona Femeni, Alexia Putellas, mengucapkan selamat tinggal kepada klub yang ia bantu ubah menjadi kekuatan global. Momen perpisahan ini berbeda tajam dengan kepergian Lionel Messi pada 2021; sementara Messi mengucapkan selamat tinggal di Auditorium 1899 yang remang, Alexia berdiri di tengah cahaya, dikelilingi dua trofi Ballon d’Or dan harapan akan trofi ketiga.
Emosi dan Keputusan
Dalam video yang ia bagikan di Instagram pada hari Selasa, Putellas mengungkapkan perasaan “kosong yang sangat besar” dan mengakui tidak ada satu alasan tunggal yang membuatnya memutuskan untuk pergi. “Standar yang saya tetapkan pada diri sendiri dan sisi emosional hubungan saya dengan Barça membuat saya merasa bahwa melanjutkan lagi akan mengaburkan jalan yang telah kami bangun bersama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kemenangan keempat Champions League di Oslo menjadi titik penutup yang sempurna.
Pencapaian yang Tak Tertandingi
Selama 14 musim di klub, Putellas mencatat rekor yang luar biasa:
- 10 gelar Liga F
- 10 Copa de la Reina
- 6 Supercopa Spanyol
- 4 gelar UEFA Women’s Champions League
- 2 Ballon d’Or
- 507 penampilan resmi
- 38 trofi tim
Ia mengaku jarang menghentikan diri untuk menghitung prestasi tersebut karena tekanan kompetisi yang terus-menerus. “Saya tidak pernah menyangka semua ini akan terjadi. Kami selalu mengejar gelar berikutnya,” katanya.
Warisan dan Masa Depan
Selain perpisahan, Putellas mengumumkan inisiatif baru: pendirian akademi bersama Fundación Barça. Program ini bertujuan menyiapkan generasi penerus, dengan nama-nama seperti Vicky López yang diprediksi akan menjadi pemimpin berikutnya. “Generasi kami telah menggerakkan dunia, kini giliran generasi selanjutnya untuk melanjutkannya,” ujar Putellas.
Ramon Besa, komentator dari Cadena SER, menilai Putellas sebagai “ikon revolusi Barcelona Femeni”. Ia menekankan keputusan Putellas sebagai langkah bijak bagi klub dan pemain, memberi ruang bagi generasi baru yang sudah menunggu di ambang pintu. Besa juga menyoroti budaya permainan unik tim wanita Barça, yang tetap setia pada metodologi Barça namun terus berinovasi.
Penghargaan Terhadap Pelatih dan Rekan Setim
Putellas tidak lupa memberi penghormatan kepada pelatih kepala Pere Romeu, menyebutnya “pelatih terbaik yang pernah dimiliki klub”. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada rekan setim, staf teknis, dan suporter yang selalu mendukungnya.
“Saya merasa telah mengosongkan diri, namun cinta saya kepada klub ini tak akan pernah pudar,” tuturnya di akhir video. “Barça adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya, dan di mana pun saya berada nanti, saya akan selalu membawa semangat ini.”
Perpisahan Alexia Putellas menandai akhir sebuah era yang ditandai dengan dominasi domestik dan kesuksesan internasional. Dengan fondasi yang kuat dan generasi muda yang siap melanjutkan, Barcelona Femeni diprediksi akan tetap menjadi kekuatan utama dalam sepak bola wanita selama dekade mendatang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet