Inter Milan Gapai Dobel Gelar di Musim 2025/2026: Kebangkitan di Bawah Pimpin Cristian Chivu
Inter Milan Gapai Dobel Gelar di Musim 2025/2026: Kebangkitan di Bawah Pimpin Cristian Chivu

Inter Milan Gapai Dobel Gelar di Musim 2025/2026: Kebangkitan di Bawah Pimpin Cristian Chivu

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Inter Milan kembali menorehkan sejarah gemilang dengan mengangkat dua trofi utama Serie A dan Coppa Italia pada musim 2025/2026. Prestasi ini dicapai di tengah tekanan berat, perubahan kepelatihan, dan dinamika pasar transfer yang intens. Di bawah asuhan baru Cristian Chivu, mantan bek dan pahlawan treble 2009/2010, klub Nerazzurri berhasil menyalakan kembali semangat para pendukung setelah kekalahan pahit 0-5 melawan Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2024/2025.

Tekanan Awal dan Tantangan Persiapan

Setelah Simone Inzaghi meninggalkan Inter untuk melatih Al Hilal di Arab Saudi, Chivu ditunjuk pada musim panas 2025 dengan waktu persiapan yang sangat terbatas. Klub harus menghadapi Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat, meninggalkan hanya tiga minggu libur sebelum kompetisi domestik dimulai. “Ekspektasinya tinggi, namun kami tidak punya waktu persiapan yang layak,” ujar Chivu dalam konferensi pers pertamanya.

Suasana mental skuad juga berada di titik terendah usai kekalahan telak di final Champions League. Namun, Chivu menekankan bahwa rasa tanggung jawab sebagai mantan pemain Inter memberi dorongan ekstra baginya untuk mengembalikan kejayaan klub.

Perjalanan Menuju Dobel

Inter memulai musim Serie A dengan konsistensi tak terbantahkan, mengamankan poin penting melawan rival tradisional dan menutup celah pertahanan yang sempat rapuh. Di Coppa Italia, Inter mengalahkan Lazio 2-0 pada final yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, pada 14 Mei 2026. Gol-gol penentu datang dari serangan balik cepat, menegaskan keefektifan taktik Chivu yang mengutamakan transisi cepat.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kontribusi pemain senior dan kebijakan rotasi yang cermat. Chivu memuji seluruh staf dan pemain yang menunjukkan akuntabilitas tinggi sepanjang musim. “Banyak orang menjalankan peran mereka dengan ambisi dan kerja keras, itulah yang membuat semua ini lebih mudah,” ungkapnya setelah pengangkatan trofi Coppa Italia.

Target Transfer Strategis

Meski berhasil meraih dua gelar, Chivu tidak menutup mata terhadap kebutuhan memperkuat lini belakang. Dua pemain muda menjadi incaran utama Inter:

  • Luka Vuskovic – bek berusia 19 tahun yang sedang dipinjamkan dari Tottenham ke Hamburger SV. Dortmund juga bersaing untuk mendapatkan jasanya. Inter menilai Vuskovic sebagai solusi bagi kemungkinan kepergian Stefan de Vrij dan Francesco Acerbi.
  • Curtis Jones – gelandang Liverpool berusia 25 tahun. Setelah kegagalan pada Januari, Inter kembali menaruh mata pada pemain ini, mengingat pertemuan antara direktur olahraga Liverpool, Richard Hughes, dengan Piero Ausilio (perwakilan Inter) di Monaco.

Jika kedua pemain tersebut bergabung, Inter diharapkan dapat menambah kedalaman skuad untuk tantangan Liga Champions serta mempertahankan dominasi domestik.

Dampak pada Tim Nasional Belanda

Keberhasilan Inter juga berimbas pada skuad nasional Belanda. Denzel Dumfries, bek Inter, tetap menjadi pilihan utama di belakang, sementara Stefan de Vrij terpaksa absen dari Piala Dunia karena cedera paha yang terjadi pada laga penutup Serie A melawan Bologna. Kehilangan de Vrij menambah urgensi bagi Inter untuk menemukan pengganti yang tepat.

Perspektif Ke Depan

Dengan dua trofi di tangan, Inter Milan kini berada pada posisi yang menguntungkan untuk melanjutkan ambisi Eropa. Chivu menegaskan bahwa klub akan tetap berfokus pada persiapan kompetisi Champions League, mengingat rival-rival kuat seperti PSG, yang pernah mengalahkan Inter di final tahun lalu.

Strategi transfer yang berorientasi pada usia muda dan kebijakan rotasi yang fleksibel menjadi kunci bagi Inter untuk tetap kompetitif. Jika Vuskovic dan Jones berhasil direkrut, nerazzurri dapat memperkuat lini belakang dan tengah, meningkatkan peluang untuk kembali mengangkat trofi Eropa.

Secara keseluruhan, musim 2025/2026 menandai kebangkitan Inter Milan di bawah Cristian Chivu. Dobel gelar domestik menegaskan kemampuan manajer baru dalam menavigasi krisis, mengelola ekspektasi tinggi, serta menyiapkan fondasi kuat untuk tantangan internasional di masa mendatang.