Karantina NTT Catat Nilai Lalu Lintas Komoditas Capai Rp2,1 Triliun
Karantina NTT Catat Nilai Lalu Lintas Komoditas Capai Rp2,1 Triliun

Karantina NTT Catat Nilai Lalu Lintas Komoditas Capai Rp2,1 Triliun

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan bahwa nilai total lalu lintas komoditas yang melewati fasilitas karantina selama tahun fiskal 2023/2024 mencapai Rp2,1 triliun. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, menandakan peran penting karantina dalam mendukung perdagangan regional dan nasional.

Komoditas yang paling dominan meliputi:

  • Hasil perikanan, khususnya ikan segar dan olahan
  • Produk peternakan, seperti daging, telur, dan susu
  • Tanaman hortikultura, termasuk buah-buahan tropis dan sayuran
  • Produk pertanian lainnya, seperti kopi dan rempah-rempah

Berikut rangkuman nilai lalu lintas per jenis komoditas:

Jenis Komoditas Nilai (Rp)
Perikanan 1,0 triliun
Peternakan 0,6 triliun
Hortikultura 0,3 triliun
Pertanian Lainnya 0,2 triliun

Peningkatan nilai ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain peningkatan produksi lokal, perbaikan infrastruktur karantina, serta kebijakan pemerintah yang mempermudah proses ekspor dan impor. Balai Karantina NTT juga telah mengimplementasikan standar biosekuriti yang lebih ketat, sehingga mengurangi risiko penyebaran penyakit pada hewan dan tanaman.

Selain manfaat ekonomi, peran karantina dianggap krusial dalam menjaga keamanan pangan dan melindungi keanekaragaman hayati. Pemerintah Provinsi NTT berencana untuk memperluas kapasitas fasilitas karantina, menambah tenaga ahli, serta meningkatkan teknologi deteksi dini guna memastikan kelancaran perdagangan sambil tetap menjaga standar kesehatan.

Dengan nilai lalu lintas komoditas yang terus naik, diharapkan kontribusi sektor pertanian dan perikanan NTT terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) akan semakin signifikan dalam beberapa tahun ke depan.