DKI Kemarin: Kurban Ramah Lingkungan dan Transformasi Transjakarta
DKI Kemarin: Kurban Ramah Lingkungan dan Transformasi Transjakarta

DKI Kemarin: Kurban Ramah Lingkungan dan Transformasi Transjakarta

LintasWarganet.com – 27 Mei 2026 | Hari Selasa, 26 Mei 2024, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan serangkaian kegiatan penting yang mencerminkan komitmen kota terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan layanan transportasi publik.

Kurban Ramah Lingkungan

  • Pemerintah Kota Jakarta Timur meluncurkan program kurban yang menggunakan bahan baku organik dan proses daur ulang untuk mengurangi limbah plastik.
  • Peternakan yang terlibat telah disertifikasi bebas antibiotik, dan daging kurban didistribusikan secara merata kepada keluarga kurang mampu melalui jaringan KPS (Kartu Perlindungan Sosial).
  • Seluruh alat pemotong dan wadah penyimpanan menggunakan material biodegradable, dengan estimasi pengurangan sampah sebanyak 1.200 kilogram dibandingkan tahun sebelumnya.

Program ini didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang menargetkan 30% penurunan sampah non‑organik pada musim Idul Adha mendatang.

Transformasi Transjakarta

Transjakarta memperkenalkan serangkaian inovasi untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dan menurunkan emisi karbon:

Inovasi Detail
Armada listrik 30 bus listrik baru mulai beroperasi pada rute utama, menggantikan 15 bus diesel.
Sistem tiket digital Pembayaran melalui QR Code dan e‑wallet terintegrasi dengan aplikasi Jak‑Go.
Optimalisasi rute Penambahan 12 titik pemberhentian dan penyesuaian jadwal untuk mengurangi waktu tunggu rata‑rata 15%.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan visi “Jakarta Hijau 2030” dan berharap dapat menurunkan emisi CO₂ transportasi sebesar 10% dalam lima tahun ke depan.

Selain itu, Transjakarta juga meningkatkan standar kebersihan dengan penambahan tim sanitasi khusus pada tiap bus serta penyediaan hand sanitizer di setiap halte.

Kedua program tersebut menandai upaya terpadu DKI Jakarta dalam mengintegrasikan kebijakan lingkungan dengan peningkatan layanan publik, menjadikan kota lebih layak huni bagi warganya.