LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menempatkan hilirisasi produk dalam skema kerja sama ekonomi dengan China sebagai fokus utama. Dalam pertemuan bilateral yang diadakan pada akhir pekan lalu, Djauhari menyoroti perlunya meningkatkan nilai tambah pada komoditas ekspor Indonesia sebelum masuk ke pasar Tiongkok.
- Pengolahan nikel dan logam dasar menjadi produk setengah jadi atau akhir, seperti baterai kendaraan listrik.
- Pemrosesan kelapa sawit menjadi produk turunan bernilai tinggi, termasuk biofuel dan bahan kimia.
- Pengembangan industri makanan olahan berbasis hasil pertanian lokal, seperti kopi specialty dan produk olahan perikanan.
Djauhari menambahkan bahwa kedua negara telah menyiapkan paket insentif fiskal dan non‑fiskal untuk menarik perusahaan China berinvestasi dalam proyek hilirisasi. Paket tersebut mencakup pembebasan bea masuk untuk mesin produksi, kemudahan perizinan, serta akses ke kawasan ekonomi khusus yang berlokasi strategis di Pulau Jawa dan Sumatra.
Berikut adalah rangkuman langkah konkret yang akan diambil dalam enam bulan ke depan:
| Waktu | Langkah | Penanggung Jawab |
|---|---|---|
| 1–2 Bulan | Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) hilirisasi nikel | Kementerian Energi & Mineral BUMN |
| 3–4 Bulan | Pembentukan konsorsium investasi China‑Indonesia untuk biofuel kelapa sawit | BKPM & Kementerian Pertanian |
| 5–6 Bulan | Peluncuran fasilitas pilot pengolahan kopi specialty di Jawa Barat | Kementerian Perindustrian & Asosiasi Kopi |
Selain itu, Djauhari menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia melalui program pelatihan teknis dan pertukaran ilmuwan. Ia berharap kerja sama ini dapat menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah.
Dengan menitikberatkan pada hilirisasi, Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah serta memperkuat struktur ekonomi yang lebih berkelanjutan. Pemerintah optimis, melalui sinergi dengan China, target pertumbuhan nilai tambah produk ekspor dapat mencapai 10‑15 % dalam jangka menengah.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet