Ratu Sofya Ungkap Lelah Konflik Keluarga, Membantah Somasi dan Fitnah Kehamilan
Ratu Sofya Ungkap Lelah Konflik Keluarga, Membantah Somasi dan Fitnah Kehamilan

Ratu Sofya Ungkap Lelah Konflik Keluarga, Membantah Somasi dan Fitnah Kehamilan

LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Jakarta, 25 Mei 2026 – Aktris muda Ratu Sofya kembali menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai rangkaian konflik keluarga yang telah berlangsung selama hampir dua tahun. Dalam sebuah unggahan Instagram yang dilengkapi foto resmi, Ratu menyatakan kelelahan hati karena masalah pribadi keluarga terus dijadikan konsumsi publik.

Ratu, yang berusia 22 tahun dan dikenal lewat peran dalam film “Gundik”, menegaskan bahwa ia tidak pernah mengajukan somasi terhadap ibunya. Ia menjelaskan bahwa dokumen yang dikirimkan melalui kuasa hukum hanyalah jawaban atas undangan somasi yang diterimanya terkait urusan pekerjaan, bukan somasi balasan. “Saya hanya menjawab undangan somasi yang saya terima, bukan menyomasi kembali,” tulisnya dalam keterangan.

Fitnah Kehamilan yang Ditolak

Selain klarifikasi tentang somasi, Ratu juga menepis tuduhan bahwa ia tengah hamil. Ia menyebut bahwa selama hampir dua tahun ia menjadi sasaran fitnah yang berasal dari anggota keluarganya, khususnya kakak kandung dan ibunya yang mengeluarkan pernyataan beredar di media sosial. “Saya tidak hamil, tuduhan itu hanyalah fitnah yang terus berulang,” tegas Ratu.

Ratu menambahkan bahwa ia telah menerima caci maki dan kritik sebagai konsekuensi menjadi figur publik, namun menolak diperlakukan sebagai objek spekulasi yang tidak berujung pada penyelesaian. “Saya ingin keputusan hidup dan karier saya dihormati, bukan dijadikan bahan gosip,” ungkapnya.

Permohonan Penghentian Konsumsi Publik

Dalam pernyataan yang disampaikan kepada media, Ratu menyoroti beban emosional yang ditimbulkan oleh publikasi konflik internal keluarga. Ia mengaku lelah berhadapan dengan label negatif yang merusak reputasinya, baik di dunia hiburan maupun di mata masyarakat luas. Penasihat hukum Ratu pun meminta agar semua pihak menghentikan penyebaran informasi yang tidak berdasar dan menyinggung privasi keluarga.

Ratu menutup klarifikasinya dengan meminta maaf kepada warganet yang merasa terganggu oleh kebisingan yang terjadi, sekaligus mengingatkan bahwa setiap keputusan yang diambilnya, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi, seharusnya mendapatkan penghargaan.

Kasus ini mencerminkan dinamika kompleks yang dihadapi selebriti di era digital, di mana batas antara ruang pribadi dan publik semakin kabur. Sementara Ratu Sofya berusaha memulihkan citra dan fokus pada karier aktingnya, publik tetap menantikan perkembangan selanjutnya.