LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menurunkan ketergantungan impor pangan dengan memperkuat produksi dalam negeri. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka menanggapi peningkatan volume impor pangan yang masih tinggi dibandingkan dengan target ketahanan pangan nasional.
Sudaryono menguraikan beberapa langkah strategis yang sedang digalakkan:
- Meningkatkan produktivitas lahan pertanian: Melalui adopsi teknologi pertanian modern, penggunaan varietas unggul, dan peningkatan praktik budidaya yang ramah lingkungan.
- Perluasan lahan pertanian produktif: Pemerintah berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan marginal dengan program revitalisasi lahan dan alih fungsi lahan yang tidak produktif menjadi lahan pertanian.
- Penguatan jaringan distribusi dan pemasaran: Memperbaiki infrastruktur logistik, mempercepat digitalisasi pasar pertanian, serta mendukung pembentukan koperasi petani untuk mempermudah akses pasar.
- Dukungan keuangan dan insentif: Penyediaan kredit murah, subsidi pupuk, dan insentif pajak bagi petani yang mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan.
- Peningkatan riset dan pengembangan (R&D): Memperkuat lembaga riset pertanian untuk menghasilkan varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim dan hama.
Selain itu, Sudaryono menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mengimplementasikan kebijakan ini. Pemerintah juga membuka peluang investasi dalam sektor agribisnis, terutama yang berfokus pada peningkatan nilai tambah produk pertanian domestik.
Dengan rangkaian kebijakan tersebut, diharapkan Indonesia dapat menurunkan volume impor pangan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet