Drama Penalty di Volendam: Ajax Terselamatkan Tiket UEFA Conference League dari Utrecht
Drama Penalty di Volendam: Ajax Terselamatkan Tiket UEFA Conference League dari Utrecht

Drama Penalty di Volendam: Ajax Terselamatkan Tiket UEFA Conference League dari Utrecht

LintasWarganet.com – 25 Mei 2026 | Volendam menjadi saksi sengitnya duel akhir play‑off Eredivisie pada Minggu (23/05/2026) ketika Ajax dan FC Utrecht bertemu di Kras Stadion untuk memperebutkan tiket tunggal ke babak kualifikasi UEFA Conference League. Pertandingan yang dipenuhi ketegangan, gol menegak, dan drama penalti berakhir dengan kemenangan tipis Ajax setelah serangkaian tembakan mati, memberikan harapan baru bagi klub yang melewati musim kurang memuaskan.

Perjalanan Kedua Tim hingga Final

Ajax menempati posisi kelima pada klasemen reguler, jauh di bawah ekspektasi tradisional klub Amsterdam. Meski demikian, mereka berhasil menembus final melalui kemenangan 2‑0 atas FC Groningen di semifinal. Sementara itu, FC Utrecht menegaskan performa impresifnya dengan mengalahkan sc Heerenveen 3‑2 pada laga yang sama, menambah kepercayaan diri mereka menjelang final.

Susunan Pemain dan Strategi Pelatih

  • Ajax (interim): Maarten Paes (kiper), Gaaei, Aaron Bouwman, Baas, Lucas Rosa, Davy Klaassen (kapten), Youri Regeer, Jorthy Mokio, Steven Berghuis, Kasper Dolberg, Mika Godts.
  • Utrecht (Ron Jans): Vasilios Barkas (kiper), Vesterlund, Mike van der Hoorn, Eerdhuijzen, Souffian El Karouani, Siebe Horemans, Gjivai Zechiël, De Wit, Karlsson, Stepanov, Cathline.

Pelatih interim Ajax, Óscar García, melakukan beberapa perubahan penting dengan menurunkan Wout Weghorst dan Sean Steur, memberikan ruang bagi Dolberg dan Regeer. Di sisi lain, Ron Jans, yang sedang menyiapkan pensiun, menurunkan formasi menyerang dengan Van der Hoorn sebagai striker tambahan.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Dalam dua menit pertama, Mike van der Hoorn hampir membuka skor bagi Utrecht, namun tembakannya meleset tipis di tiang gawang Maarten Paes. Kesempatan demi kesempatan terus mengalir, namun pertahanan kedua tim tetap kokoh. Souffian El Karouani, Steven Berghuis, Aaron Bouwman, dan Lucas Rosa semuanya melepaskan tembakan, namun tidak mampu menembus gawang lawan sebelum jeda pertama.

Menjelang akhir babak pertama, Ajax mulai menguasai ritme permainan. Pada menit ke‑96, Davy Klaassen memanfaatkan bola long‑ball dari sudut, mengubahnya menjadi gol tunggal pertama setelah mengirimkan bola ke sudut bawah gawang Vasilios Barkas. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Hanya satu menit kemudian, Gjivai Zechiël menyamakan kedudukan untuk Utrecht dengan menanduk bola melayang ke sudut kanan gawang Paes.

Babak perpanjangan waktu menjadi arena pertarungan fisik. Kedua tim mencatat peluang, termasuk tembakan keras Mika Godts yang memantul ke tiang gawang, serta header Maher Carrizo yang menabrak tiang. Setelah 120 menit, skor tetap 1‑1 dan keputusan harus ditentukan lewat adu penalti.

Drama Penalty Shoot‑out

Utrecht memulai eksekusi penalti dengan mantan striker Ajax, Sébastien Haller, yang sayangnya gagal menaklukkan kiper Paes. Ajax membalas dengan Davy Klaassen yang mengeksekusi tembakan mantap, memberi mereka keunggulan awal. Selanjutnya, kedua tim saling bertukar tembakan hingga mencapai tahap krusial. Paes menunjukkan ketangguhan dengan menepis beberapa tembakan penting, termasuk upaya El Karouani. Pada akhirnya, Ajax berhasil mengeksekusi empat dari lima penalti, sementara Utrecht hanya mencatat dua, memastikan Ajax melaju ke babak kualifikasi Conference League.

Reaksi Pasca Pertandingan

Kapten Ajax, Davy Klaassen, menyatakan kebanggaannya atas kemenangan timnya, menekankan pentingnya mental kuat di tengah musim yang penuh gejolak. Di sisi lain, Ron Jans, yang menutup karier kepelatihannya dengan laga ini, mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pemain dan suporter Utrecht, meski harus mengakui bahwa “kita hampir meraih tiket Eropa, namun takdir berkata lain”.

Keberhasilan Ajax ini memberi mereka kesempatan pertama di kompetisi Eropa setelah musim yang menantang. Jadwal selanjutnya menampilkan babak pertama kualifikasi Conference League pada 23 Juli, dengan laga tandang pada 30 Juli.

Dengan tiket Eropa kini berada di tangan Ajax, perhatian selanjutnya beralih ke persiapan musim depan, perbaikan skuad, serta harapan para suporter untuk mengembalikan kejayaan klub di kancah internasional.

Kesimpulannya, final play‑off antara Ajax dan Utrecht di Volendam tidak hanya menyajikan aksi sepak bola kelas atas, tetapi juga menandai akhir era pelatih Ron Jans di Utrecht dan memberikan Ajax secercah harapan baru menjelang kompetisi Eropa berikutnya.