LintasWarganet.com – 25 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan pada Minggu (24/5) bahwa apabila proses perundingan antara Washington dan Tehran tidak mencapai kesepakatan, tanggung jawab penuh berada di pihak Iran.
Rubio menyampaikan bahwa Amerika Serikat telah menawarkan serangkaian konsesi, termasuk pelonggaran sanksi ekonomi, asalkan Iran mematuhi ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian nuklir sebelumnya. Namun, menurutnya, pihak Tehran masih menolak beberapa poin krusial, terutama terkait inspeksi internasional dan pelarangan program senjata.
Berikut poin‑poin utama yang menjadi fokus perundingan menurut pernyataan Washington:
- Pembatasan kegiatan pengayaan uranium di fasilitas Iran.
- Peningkatan akses Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk inspeksi.
- Penghapusan sanksi sekunder yang mempengaruhi sektor keuangan dan energi.
- Penegakan larangan pengembangan senjata nuklir.
Rubio menambahkan bahwa Amerika Serikat bersedia melanjutkan dialog asalkan Iran menunjukkan itikad baik secara nyata. “Jika proses ini berakhir tanpa hasil, tidak ada keraguan bahwa kegagalan tersebut sepenuhnya merupakan akibat keputusan Iran,” ujar Rubio dalam konferensi pers.
Reaksi dari pihak Iran belum diumumkan secara resmi pada saat artikel ini ditulis. Namun, analis politik regional memperkirakan bahwa Tehran mungkin menuntut penghapusan total sanksi sebelum melakukan langkah signifikan dalam proses verifikasi.
Jika perundingan berakhir tanpa kesepakatan, Washington memperkirakan akan meningkatkan tekanan ekonomi dan diplomatik, termasuk kemungkinan memperluas sanksi terhadap entitas yang terlibat dalam program nuklir Iran.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet