Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel

Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Sejumlah relawan Indonesia yang tergabung dalam koalisi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 baru saja kembali ke tanah air setelah mengalami penangkapan dan penyiksaan oleh pasukan Israel saat dalam perjalanan menuju wilayah Gaza.

GSF 2.0 merupakan inisiatif sukarelawan lintas negara yang berupaya menembus blokade laut Israel untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke penduduk Gaza yang terdampak konflik. Pada akhir April 2024, armada yang dipimpin oleh kapal … berlayar dari pelabuhan … menuju perairan lepas pantai Gaza. Sekitar pukul 03.00 waktu setempat, kapal tersebut dihentikan oleh unit Angkatan Laut Israel dan para relawan dibawa ke fasilitas militer.

Setelah dibebaskan dan kembali ke Indonesia, para relawan memberikan kesaksian mengenai perlakuan yang mereka terima. Berikut beberapa poin utama dari testimoni mereka:

  • Rasa sakit fisik: Beberapa relawan melaporkan mengalami pukulan, penekanan tubuh, serta penggunaan alat penyiksaan yang meninggalkan memar dan luka memar di bagian punggung dan lengan.
  • Penyiksaan psikologis: Mereka dipaksa mendengarkan teriakan dan ancaman, serta diminta menandatangani dokumen di bawah tekanan.
  • Kondisi kesehatan: Tim medis yang memeriksa para relawan menemukan luka memar, memar berat, serta tanda-tanda dehidrasi dan kelelahan ekstrem.

Pihak berwenang Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung proses investigasi internasional dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak Israel atas tindakan yang melanggar hak asasi manusia.

Selain itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah membuka jalur pengaduan bagi relawan yang mengalami pelanggaran, sementara Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berjanji akan melakukan pemantauan dan pelaporan lebih lanjut.

Para relawan yang kembali kini tengah menjalani perawatan medis dan psikologis, serta berencana untuk berbagi pengalaman mereka dalam forum‑forum hak asasi manusia baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.