LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Herman Budianto, seorang relawan Indonesia yang tergabung dalam inisiatif kemanusiaan Global Sumud Flotilla, kembali ke tanah air setelah mengalami penahanan dan penyiksaan selama empat hari oleh tentara Israel.
Penangkapan terjadi ketika tim bantuan sedang melintasi perairan Laut Mediterania untuk mengirim bantuan kepada penduduk Gaza. Pasukan Israel menyita kapal flotilla dan menahan sembilan warga negara Indonesia, termasuk Herman, yang kemudian dipindahkan ke fasilitas militer di wilayah pendudukan.
Selama empat hari, Herman melaporkan perlakuan yang keras, antara lain:
- Dipaksa tidur di lantai tanpa selimut, meski suhu ruangan cukup rendah.
- Mengenakan pakaian yang basah karena hujan dan tidak diberikan pengganti.
- Disiksa secara fisik, termasuk dipukuli dan diperas.
- Mengalami pelecehan verbal dan psikologis yang berkelanjutan.
Setelah masa penahanan berakhir, tim diplomatik Indonesia berhasil menengahi pembebasan para sandera. Herman dan rekan-rekannya tiba di Bandara Soekarno‑Hatta pada pagi hari, disambut oleh keluarga, pejabat, serta para relawan lain yang menunggu dengan haru.
Reaksi publik di Indonesia sangat menguatkan. Banyak warga mengungkapkan rasa terima kasih atas keberanian Herman serta menuntut penyelidikan lebih lanjut terhadap tindakan Israel. Pemerintah menegaskan komitmen untuk melindungi WNI di luar negeri dan menindaklanjuti kasus ini melalui jalur diplomatik.
Kasus ini menambah catatan panjang mengenai risiko yang dihadapi para relawan kemanusiaan di zona konflik. Herman menegaskan niatnya untuk terus mendukung upaya bantuan, meski mengalami trauma dan luka fisik.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet