Geger Porsche Macan Rp 2,6 Miliar Berplat Dinas Militer di Jalan Raya, TNI: Palsu!
Geger Porsche Macan Rp 2,6 Miliar Berplat Dinas Militer di Jalan Raya, TNI: Palsu!

Geger Porsche Macan Rp 2,6 Miliar Berplat Dinas Militer di Jalan Raya, TNI: Palsu!

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Jakarta, 24 Mei 2026 – Sebuah Porsche Macan berharga sekitar Rp 2,6 miliar muncul di jalanan ibu kota dengan plat nomor yang mengklaim sebagai kendaraan dinas militer. Kejadian ini cepat viral di media sosial dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai legalitas plat tersebut.

Pemilik mobil tersebut tampak mengendarai kendaraan mewah itu di tengah arus lalu lintas biasa, lengkap dengan stiker dan nomor plat yang menyerupai format resmi TNI. Tak lama setelah video beredar, pihak TNI mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa plat tersebut palsu dan tidak terdaftar pada inventaris kendaraan militer manapun.

Berikut rangkaian peristiwa yang terjadi:

  • 07.30 WIB – Video Porsche Macan berplat militer pertama kali diunggah di platform media sosial.
  • 08.15 WIB – Netizen mulai memperdebatkan keabsahan plat, menyebutnya sebagai upaya pencitraan atau pelanggaran hukum.
  • 09.00 WIB – Pusat Komunikasi TNI mengeluarkan klarifikasi bahwa plat tidak sah dan menegaskan akan melakukan penyelidikan.
  • 10.30 WIB – Kepolisian Daerah setempat mengkonfirmasi bahwa laporan telah diterima dan tim penyidik sedang mengejar pemilik kendaraan.

Pihak TNI menegaskan bahwa penggunaan plat militer tanpa izin merupakan pelanggaran berat yang dapat dikenai sanksi administratif maupun pidana. Menurut peraturan militer, setiap kendaraan dinas harus memiliki nomor registrasi yang terdaftar secara resmi dan penggunaan nomor palsu dapat merusak citra institusi.

Polisi lalu lintas setempat juga menambahkan bahwa selain pelanggaran penggunaan plat palsu, pemilik mobil dapat dikenai denda atas pelanggaran standar lalu lintas serta potensi penyidikan terkait peredaran barang mewah ilegal.

Reaksi publik beragam. Sebagian mengkritik aksi “pamer” tersebut sebagai bentuk kesombongan, sementara yang lain menilai hal ini sebagai upaya memanfaatkan citra militer untuk menambah nilai sosial pada kepemilikan kendaraan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi otoritas untuk memperketat pengawasan terhadap pembuatan dan penggunaan plat nomor palsu, khususnya yang mengatasnamakan lembaga negara. Pemerintah berjanji akan memperkuat mekanisme verifikasi dan meningkatkan sanksi bagi pelanggar demi menjaga integritas simbol-simbol resmi.