Turki Siapkan 100 Kapal Drone Kamikaze untuk Operasi di Laut Mediterania
Turki Siapkan 100 Kapal Drone Kamikaze untuk Operasi di Laut Mediterania

Turki Siapkan 100 Kapal Drone Kamikaze untuk Operasi di Laut Mediterania

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | JAKARTAPemerintah Turki mempercepat modernisasi armada lautnya dengan mengusulkan pembelian seratus kapal permukaan tak berawak (Unmanned Surface Vessel/USV) yang dirancang sebagai drone kamikaze. USV ini dapat meluncur secara otonom, menabrak sasaran musuh, dan meledak bersama target, sehingga menambah daya serang laut Turki di wilayah Mediterania.

Rencana pembelian tersebut diumumkan oleh pejabat Angkatan Laut Turki dalam sebuah pertemuan strategi militer. USV yang dimaksud termasuk dalam kategori satu kali pakai, artinya setiap unit akan beroperasi hingga menghancurkan sasaran dan tidak dapat digunakan kembali. Menurut data yang dihimpun, masing-masing kapal berukuran sekitar 6 hingga 8 meter, dilengkapi dengan sensor radar, kamera optik, serta sistem kontrol jarak jauh yang dapat diintegrasikan ke jaringan komando pusat.

  • Jumlah unit: 100 buah
  • Panjang hull: 6-8 meter
  • Kecepatan maksimum: 30-40 knot
  • Payload: Peledak berdaya hingga 500 kg
  • Sistem navigasi: GPS, radar, dan pengenalan visual

Penggunaan drone kamikaze ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan anti‑kapal Turki, khususnya dalam menghadapi ancaman kapal militer atau kapal dagang yang dianggap mengganggu kepentingan strategis Turki di Mediterania. Selain itu, USV dapat beroperasi dalam kondisi cuaca buruk dan wilayah perairan yang berbahaya tanpa menempatkan awak kapal manusia pada risiko langsung.

Para analis militer menilai bahwa langkah ini menandai pergeseran taktik perang laut ke arah teknologi otonom. Dengan mengandalkan platform yang tidak berawak, Turki dapat meningkatkan intensitas serangan sekaligus mengurangi potensi kerugian manusia. Namun, penggunaan senjata yang menghancurkan diri bersama target juga menimbulkan pertanyaan tentang kontrol dan akurasi serangan, terutama dalam konteks hukum humaniter internasional.

Proyek ini diperkirakan akan memakan anggaran sekitar 2 miliar dolar AS, dengan sebagian besar dana dialokasikan untuk riset, pengembangan, serta produksi massal. Turki menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan pertahanan domestik dan asing untuk mempercepat proses produksi dan integrasi sistem. Diharapkan kapal-kapal ini siap dioperasikan pada akhir 2025, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Mediterania.

Secara strategis, penempatan USV kamikaze ini dapat memperluas zona pengaruh Turki di laut Mediterania, sekaligus memberikan kemampuan penanggulangan cepat terhadap ancaman maritim. Pemerintah Turki menegaskan komitmennya untuk melindungi kepentingan nasional melalui inovasi teknologi militer, sekaligus menyiapkan diri menghadapi dinamika keamanan regional yang terus berubah.