LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada tanggal 26 Mei 2024, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mengalokasikan dana sebesar Rp 4 triliun untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian nasional.
Alokasi dana ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperkuat infrastruktur transportasi dan menurunkan tingkat kecelakaan di jalur kereta api. Menurut Dudy, dana tersebut akan difokuskan pada beberapa bidang utama, antara lain:
- Modernisasi sistem sinyal dan kontrol kereta.
- Peningkatan fasilitas pemeliharaan rel dan peralatan.
- Pemasangan teknologi deteksi dini pada perlintasan level crossing.
- Pelatihan intensif bagi tenaga operasional dan teknisi.
- Peningkatan kapasitas dan kualitas pusat operasi kereta api.
Pemerintah menargetkan bahwa penggunaan dana ini dapat mengurangi kecelakaan kereta api hingga 30% dalam lima tahun ke depan. Selain itu, diharapkan akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api sebagai moda yang aman dan handal.
Berikut perkiraan alokasi anggaran dalam bentuk tabel:
| Komponen | Estimasi Anggaran (Rp Triliun) |
|---|---|
| Sistem sinyal dan kontrol | 1,2 |
| Fasilitas pemeliharaan | 0,9 |
| Deteksi dini crossing | 0,8 |
| Pelatihan tenaga kerja | 0,5 |
| Pusat operasi | 0,6 |
Menhub menegaskan bahwa pelaksanaan program akan diawasi secara ketat oleh Badan Pengatur Transportasi Darat (BPTD) dan Kementerian Perhubungan, serta melibatkan kerjasama dengan perusahaan BUMN dan swasta terkait. Pemerintah juga membuka peluang bagi inovasi teknologi lokal untuk mendukung tercapainya standar keselamatan internasional.
Dengan dukungan dana yang signifikan ini, diharapkan jaringan kereta api Indonesia dapat beroperasi lebih aman, efisien, dan berkelanjutan, selaras dengan visi pemerintah untuk memperkuat konektivitas nasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet