Ruwatan Kota Surabaya: Upaya Menyelamatkan Tradisi yang Terancam Lupa
Ruwatan Kota Surabaya: Upaya Menyelamatkan Tradisi yang Terancam Lupa

Ruwatan Kota Surabaya: Upaya Menyelamatkan Tradisi yang Terancam Lupa

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Deriang gamelan menggema di malam hari di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, menandai pelaksanaan ruwatan kota yang jarang disaksikan. Acara tersebut menampilkan gunungan tradisional yang diarak perlahan sambil menyanyikan kidung Jawa, simbol upaya membersihkan energi negatif serta memohon keselamatan bagi kota.

Ruwatan, yang biasanya dipraktikkan pada tingkat desa atau kampung, kini diadopsi oleh pemerintah kota sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya lokal. Namun, tradisi ini berada di ambang terlupakan karena kurangnya minat generasi muda dan terbatasnya dukungan finansial.

  • Tujuan ruwatan: membersihkan atmosfer kota dari pengaruh buruk dan memperkuat rasa kebersamaan warga.
  • Elemen utama: gamelan, gunungan, kidung Jawa, serta partisipasi tokoh adat dan pejabat kota.
  • Tantangan: penurunan partisipasi, biaya penyelenggaraan, dan persaingan dengan hiburan modern.

Pemerintah Surabaya bersama lembaga kebudayaan setempat berencana mengintegrasikan ruwatan ke dalam program pendidikan serta memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kesadaran. Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki di kalangan generasi muda, sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai tradisional.

Jika dukungan terus mengalir, ruwatan kota dapat kembali menjadi momentum tahunan yang tidak hanya memelihara identitas budaya, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah dinamika urbanisasi.