Dipersenjatai Rudal AI, F-35B Inggris Lulus Uji Tembus Pertahanan Rusia-China
Dipersenjatai Rudal AI, F-35B Inggris Lulus Uji Tembus Pertahanan Rusia-China

Dipersenjatai Rudal AI, F-35B Inggris Lulus Uji Tembus Pertahanan Rusia-China

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) berhasil menyelesaikan uji terbang F-35B yang dilengkapi dengan empat buah rudal generasi baru SPEAR 3 berbasis kecerdasan buatan. Pengujian yang dilaksanakan di wilayah udara Indonesia ini menegaskan kemampuan jet siluman tersebut untuk menembus sistem pertahanan gabungan Rusia dan China, dua negara dengan jaringan pertahanan udara paling canggih di kawasan Asia‑Pasifik.

Rudal SPEAR 3 dirancang untuk menjadi senjata presisi jarak menengah dengan kemampuan mengubah jalur penerbangan secara real‑time. Menggunakan algoritma pembelajaran mesin, rudal dapat mendeteksi, mengidentifikasi, dan menghindari rintangan atau sistem anti‑radar secara otomatis, sehingga meningkatkan peluang mencapai target yang dilindungi oleh pertahanan berlapis.

Berikut adalah beberapa fitur utama SPEAR 3 yang diuji pada F-35B:

  • Kecepatan supersonik: mampu mencapai Mach 2,5 dalam fase akhir.
  • Jangkauan operasional: hingga 200 km, memungkinkan penyerangan dari zona aman.
  • Kecerdasan buatan: sistem navigasi adaptif yang dapat mengubah lintasan secara dinamis saat mendeteksi ancaman.
  • Mode tembakan beragam: dapat dioperasikan dalam mode “fire‑and‑forget”, “mid‑course update”, atau “loiter‑and‑search”.

Uji terbang ini juga menilai interoperabilitas antara F-35B dan sistem komunikasi data taktikal yang memungkinkan pertukaran informasi target secara real‑time dengan pesawat lain maupun pusat komando. Hasilnya, semua empat rudal berhasil menembus lapisan pertahanan udara yang disimulasikan menyerupai jaringan S-400 Rusia dan sistem pertahanan balistik China, serta mencapai sasaran dengan akurasi tinggi.

Keberhasilan ini mempercepat rencana penempatan SPEAR 3 pada skuadron F-35B RAF yang beroperasi di pangkalan-pangkalan strategis di Inggris dan luar negeri. Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, menyatakan bahwa integrasi senjata AI‑enabled ini menambah dimensi baru dalam strategi pertahanan negara, khususnya dalam menghadapi ancaman dari kekuatan militer besar.

Para analis militer menilai bahwa kemampuan tembus pertahanan Rusia‑China memberi Inggris keunggulan taktis dalam operasi aliansi NATO, sekaligus menjadi sinyal kuat bagi negara‑negara lain yang tengah mengembangkan senjata pintar berbasis AI. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya regulasi internasional yang mengatur penggunaan AI dalam sistem senjata untuk menghindari eskalasi tak terkontrol.

Dengan keberhasilan uji coba ini, F-35B Inggris tidak hanya menegaskan keunggulan teknologi siluman, tetapi juga menambah lapisan strategi modern yang mengandalkan kecerdasan buatan dalam bidang pertahanan udara.