Jasa Marga Dorong Pariwisata dan UMKM DIY: Tol Lebih Cepat, Aman, dan Terintegrasi
Jasa Marga Dorong Pariwisata dan UMKM DIY: Tol Lebih Cepat, Aman, dan Terintegrasi

Jasa Marga Dorong Pariwisata dan UMKM DIY: Tol Lebih Cepat, Aman, dan Terintegrasi

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menegaskan peran strategis jaringan jalan tol dalam memperkuat konektivitas wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan sekitarnya. Dalam kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke Yogyakarta pada 21 Mei 2026, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa pengembangan tol tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, serta menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Konektivitas Tol dan Dampaknya pada Pariwisata

Menurut data yang dipaparkan Rivan, pendapatan ruas‑ruas tol Jasa Marga menunjukkan pertumbuhan tahunan yang signifikan pada kuartal I 2026. Jalan Tol Semarang‑Batang mencatat kenaikan 16,59 %, Jalan Tol Solo‑Ngawi naik 23,52 %, dan Jalan Tol Jogja‑Solo meningkat 18,91 %. Peningkatan ini mencerminkan lonjakan volume perjalanan wisatawan yang berkeliling kawasan “Joglosemar” (Jogja‑Solo‑Semarang). Selama libur panjang Lebaran 2026, Jasa Marga mengoptimalkan jalur fungsional pada ruas Kartasura‑Prambanan (30,15 km) dan Prambanan‑Purwomartani (12,23 km), serta pada ruas Ambarawa‑Bawen (4,85 km). Jalur‑jalur tersebut menyerap hingga 80 % lebih banyak kendaraan dibandingkan kondisi normal, mempercepat akses ke destinasi budaya, alam, dan kuliner DIY.

Kolaborasi dengan Korlantas Polri untuk Keselamatan Lalu Lintas

Dalam agenda yang berdekatan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengumumkan lima agenda besar operasi lalu lintas 2026. Irjen Agus Suryonugroho menekankan perlunya sinergi antara Jasa Marga, Jasa Raharja, serta otoritas kepolisian untuk meningkatkan keselamatan di jaringan tol. Operasi “Ketupat” yang baru saja selesai dianggap berhasil berkat dukungan infrastruktur tol yang terjaga. Rivan Purwantono hadir sebagai narasumber, menegaskan komitmen Jasa Marga dalam menyediakan fasilitas yang memenuhi standar keamanan, termasuk penataan lampu penerangan, sistem pemantauan CCTV, dan jalur evakuasi darurat.

Penghargaan Nasional bagi Rivan Purwantono

Pengakuan terhadap peran strategis Jasa Marga tidak hanya datang dari lingkup pemerintahan. Pada peringatan Milad ke‑63 Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) di Semarang, Direktur Utama Jasa Marga menerima penghargaan "The Strategic Leader of National Impact". Penghargaan ini diberikan bersamaan dengan penghargaan kepada tokoh‑tokoh hukum dan keamanan lainnya, menegaskan kontribusi Jasa Marga dalam pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan nasional.

Pemeliharaan Rutin dan Penutupan Off‑Ramp Karawang Timur

Selain ekspansi, Jasa Marga juga menitikberatkan pada pemeliharaan berkala. PT Jasa Marga Transjawa Tol (JTT) menutup sebagian Off‑Ramp Karawang Timur hingga 26 Mei 2026 untuk melakukan rekonstruksi perkerasan. Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap pada dua titik, dengan penyiapan rekayasa lalu lintas dan penyuluhan kepada pengguna melalui Dynamic Message Sign, media sosial, serta spanduk di sekitar lokasi. Upaya preventif ini memastikan bahwa jalan tol tetap andal, aman, dan nyaman bagi jutaan pengguna harian.

Integrasi Moda Transportasi dan Tantangan Selanjutnya

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menekankan pentingnya integrasi antara jalur tol, jaringan kereta api, bandara, serta armada DAMRI. Tanpa sinergi tersebut, potensi infrastruktur BUMN seperti Jasa Marga tidak dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Rivan Purwantono menambahkan bahwa desain konstruksi tol di sekitar ring road Yogyakarta terus disesuaikan dengan karakteristik lokal, mengedepankan tata ruang dan kearifan lokal.

Secara keseluruhan, Jasa Marga menunjukkan pendekatan holistik: memperluas jaringan, meningkatkan kualitas layanan, menjamin keselamatan, serta berkolaborasi dengan lembaga‑lembaga pemerintah dan akademisi. Langkah‑langkah tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas, melainkan juga menjadi motor penggerak utama bagi pariwisata, UMKM, dan pertumbuhan ekonomi regional di Yogyakarta dan Jawa Tengah.