Siapa Tulsi Gabbard? Direktur Intelijen AS yang Rela Mundur untuk Dampingi Suami yang Didiagnosis Kanker Tulang
Siapa Tulsi Gabbard? Direktur Intelijen AS yang Rela Mundur untuk Dampingi Suami yang Didiagnosis Kanker Tulang

Siapa Tulsi Gabbard? Direktur Intelijen AS yang Rela Mundur untuk Dampingi Suami yang Didiagnosis Kanker Tulang

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Tulsi Gabbard mengumumkan pada hari Jumat bahwa ia mengundurkan diri dari jabatan Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat. Keputusan tersebut diambil setelah suaminya didiagnosis menderita kanker tulang langka, sehingga Gabbard memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan mendukung perawatan suami.

Gabbard, yang dikenal luas sebagai mantan anggota Kongres Hawaii dan pencalonan presiden pada pemilihan 2020, pernah bertugas di Angkatan Laut sebagai prajurit dan menjadi sosok yang vokal dalam kebijakan luar negeri serta isu-isu militer. Pada awal tahun 2024, ia ditunjuk oleh presiden yang menjabat saat itu untuk memimpin Badan Intelijen Nasional, menandai transisi yang tidak biasa dari dunia legislatif ke puncak komunitas intelijen.

Suami Gabbard, yang tidak disebutkan namanya dalam pernyataan resmi, didiagnosis dengan osteosarkoma, sejenis kanker tulang yang jarang terjadi. Penyakit ini menuntut perawatan intensif, termasuk operasi dan terapi radiasi, serta memerlukan dukungan emosional dan logistik yang signifikan dari keluarga.

Reaksi publik beragam. Beberapa pengamat menilai pengunduran diri Gabbard sebagai langkah berani yang menempatkan nilai keluarga di atas karier tinggi, sementara yang lain menyoroti potensi kekosongan kepemimpinan di badan intelijen pada masa yang penuh tantangan keamanan global.

Berikut ini rangkaian kejadian utama terkait keputusan Gabbard:

  • 15 April 2024 – Suami Gabbard menerima diagnosis kanker tulang.
  • 20 April 2024 – Gabbard mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri.
  • 22 April 2024 – Pengunduran diri resmi diajukan ke Gedung Putih.
  • 30 April 2024 – Penunjukan pejabat interim untuk mengisi posisi Direktur Intelijen Nasional.

Transisi kepemimpinan di Badan Intelijen Nasional diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu, dengan fokus tetap pada pengamanan informasi sensitif dan koordinasi antar lembaga. Sementara itu, Gabbard menyatakan komitmennya untuk tetap berkontribusi pada layanan publik dalam kapasitas yang lebih fleksibel, sambil memberikan dukungan penuh kepada suami yang sedang menjalani perawatan.