LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Gula (PG) Ngadirejo yang berlokasi di Kabupaten Kediri pada hari Rabu, 22 Mei 2024. Kunjungan tersebut bertujuan memantau proses giling tebu secara langsung serta menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap program swasembada gula yang dijadikan prioritas nasional.
Selama berada di lapangan, Khofifah meninjau tahapan produksi mulai dari pemotongan tebu, pengiriman ke pabrik, hingga proses penggilingan dan pemurnian gula. Ia juga berinteraksi dengan para pekerja, manajer pabrik, serta petani tebu yang memasok bahan baku. Gubernur menekankan pentingnya peningkatan efisiensi produksi serta penerapan teknologi modern untuk menurunkan biaya produksi dan meningkatkan kualitas gula.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Khofifah dalam kunjungan tersebut:
- Komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi gula lokal guna mengurangi ketergantungan pada impor.
- Pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan petani dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan tebu.
- Dukungan terhadap program pembiayaan dan subsidi bagi petani tebu kecil agar dapat mengakses teknologi pertanian yang lebih baik.
- Penguatan regulasi yang mendorong investasi di sektor gula, termasuk insentif pajak bagi perusahaan yang meningkatkan nilai tambah produk.
PG Ngadirejo merupakan salah satu pabrik gula terbesar di Jawa Timur dengan kapasitas produksi sekitar 1,2 juta ton gula per tahun. Pabrik ini telah mengadopsi sistem kontrol otomatis yang memungkinkan pemantauan suhu, kelembaban, dan kadar gula secara real‑time, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus mengurangi limbah.
Petani tebu di wilayah Kediri mengaku antusias dengan kebijakan ini. Salah satu petani, Budi Santoso, menyatakan, “Dengan adanya dukungan pemerintah, kami dapat memperoleh bibit unggul dan pelatihan cara menanam tebu yang lebih efisien, sehingga hasil panen meningkat dan pendapatan keluarga kami menjadi lebih stabil.”
Pemerintah provinsi juga berencana mengadakan program pelatihan teknis bagi petani, memperluas jaringan irigasi, serta memperkenalkan varietas tebu yang tahan terhadap perubahan iklim. Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan tebu hingga 30% dalam lima tahun ke depan.
Dengan dukungan kuat dari gubernur dan kebijakan yang terintegrasi, PG Ngadirejo menjadi salah satu motor penggerak utama dalam upaya mencapai swasembada gula nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan petani.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet