Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging: Mungkin Empat atau Lima Tahun Lagi
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging: Mungkin Empat atau Lima Tahun Lagi

Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Daging: Mungkin Empat atau Lima Tahun Lagi

LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Dr. H. Prabowo Subianto, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada daging dalam rentang empat hingga lima tahun ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Kementerian Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan pada tanggal 26 Mei 2024.

Target tersebut muncul sebagai respons atas ketergantungan Indonesia yang masih tinggi terhadap impor daging, khususnya daging sapi, ayam, dan kambing. Pada tahun 2023, impor daging mencapai lebih dari 1,2 juta ton, menimbulkan defisit perdagangan pangan yang signifikan.

Untuk mewujudkan swasembada, pemerintah merencanakan serangkaian langkah strategis, antara lain:

  • Peningkatan produktivitas peternakan melalui program pembinaan peternak skala kecil dan menengah.
  • Pengembangan infrastruktur pendukung seperti fasilitas pemotongan, penyimpanan dingin, dan distribusi logistik.
  • Penggunaan teknologi reproduksi modern, termasuk inseminasi buatan dan program pemuliaan genetik.
  • Peningkatan akses pembiayaan bagi peternak melalui skema kredit bersubsidi dan kemitraan dengan lembaga keuangan.
  • Penguatan regulasi dan standar keamanan pangan untuk memastikan kualitas daging dalam negeri.

Selain itu, pemerintah berencana memperluas lahan pakan ternak dengan mengoptimalkan lahan pertanian marginal dan mengadopsi sistem pertanian terpadu yang menggabungkan produksi pakan dan tanaman pangan.

Jika target tercapai, diperkirakan Indonesia dapat mengurangi impor daging hingga 70 % dalam lima tahun, yang akan berdampak positif pada neraca perdagangan dan menurunkan harga daging bagi konsumen.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa pencapaian swasembada daging akan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi ketahanan pangan nasional, seiring dengan upaya meningkatkan kemandirian di sektor pangan lainnya.