Donovan Mitchell Percaya Cavs Bisa Balik Lagi di Final Timur Meski Knicks Menguasai Game 2
Donovan Mitchell Percaya Cavs Bisa Balik Lagi di Final Timur Meski Knicks Menguasai Game 2

Donovan Mitchell Percaya Cavs Bisa Balik Lagi di Final Timur Meski Knicks Menguasai Game 2

LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | New York Knicks menatap peluang pertama kali dalam sejarah mereka sejak tahun 1999 untuk melaju ke NBA Finals setelah menumbangkan Cleveland Cavaliers 109-93 pada Game 2 Eastern Conference Finals. Kekalahan tersebut menambah beban bagi Cavs yang sebelumnya mengungguli lawan pada Game 1 dengan selisih 22 poin sebelum akhirnya menyerah di perpanjangan waktu. Di tengah sorotan media dan dugaan cedera, bintang guard Cavaliers, Donovan Mitchell, menegaskan keyakinannya bahwa timnya masih memiliki peluang untuk melakukan comeback dalam seri yang kini berada di posisi 0-2.

Latar Belakang Seri

Pertandingan pertama di Madison Square Garden memperlihatkan bagaimana Cavaliers sempat menguasai permainan dengan keunggulan 22 poin pada kuarter keempat. Namun, Knicks berhasil melakukan serangkaian serangan cepat dan menukar momentum hingga pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, di mana New York keluar sebagai pemenang. Game 2 memperlihatkan dominasi total Knicks; mereka menahan Cavaliers pada angka 93 poin, sementara Josh Hart mencetak 26 poin dan tujuh assist, mencatat rekor kariernya di playoff.

Kondisi Tim dan Pernyataan Mitchell

Setelah kekalahan kedua, Mitchell menegaskan bahwa pengalaman menghadapi tekanan tidak asing bagi timnya. “Ini bukan pertama kalinya kami menghadapi kesulitan. Kami pernah terpuruk 0-2 melawan Detroit Pistons di semifinal konferensi, namun berhasil balik dan memenangkan seri dalam tujuh pertandingan,” ujarnya dalam konferensi pers pasca Game 2. Mitchell menambahkan, “Kita sudah melewati dua Game 7, jadi berada di belakang 2-0 bukan tantangan terbesar. Ini hanya bagian dari perjalanan yang harus kami jalani.”

Isu Cedera dan Respons

Beberapa analis media menyebutkan adanya kemungkinan Mitchell mengalami cedera pada lutut atau pergelangan kaki, mengingat penampilannya yang sedikit menurun pada kuarter ketiga Game 2. Namun, pemain bintang itu membantah rumor tersebut dengan tegas. “Saya baik-baik saja. Tim medis sudah memeriksa saya, dan tidak ada masalah serius,” kata Mitchell. Pernyataan ini menenangkan kekhawatiran para pendukung Cavs yang khawatir kehilangan pemimpin ofensif mereka di tengah fase krusial.

Analisis Performa Knicks vs Cavs

Knicks menampilkan pertahanan yang disiplin, terutama dalam mengeksekusi tekanan pada perimeter. Josh Hart, yang menjadi sorotan karena pergerakan tanpa bola yang cerdik, berhasil mengeksploitasi celah pertahanan Cavs pada kuarter ketiga, mencetak lima tiga angka berurutan. Mitchell menilai bahwa strategi Knicks dalam memberi ruang kepada pemain peran untuk menembak merupakan faktor utama kemenangan mereka. “Mereka memberi ruang kepada Hart, dan dia memanfaatkannya dengan baik. Kami harus menyesuaikan pertahanan kami untuk mengurangi peluang semacam itu,” ujar Mitchell.

Strategi Penyesuaian yang Diharapkan

Menurut Mitchell, penyesuaian taktik akan menjadi kunci dalam tiga pertandingan berikutnya. Ia menekankan pentingnya meninjau rekaman video untuk menemukan titik lemah dalam pertahanan Knicks, khususnya pada transisi menyerang. “Kami akan menonton film, memperbaiki penempatan pemain, dan memastikan bahwa pergerakan tanpa bola kami lebih terkoordinasi,” jelasnya. Mitchell juga menyoroti peran Evan Mobley sebagai anchor dalam melindungi area cat, serta peran Darius Garland dalam mengatur serangan set‑play.

Selain itu, Mitchell menyinggung bahwa keberhasilan Cavs dalam mengatasi tekanan sebelumnya—termasuk dua kemenangan di Game 7 melawan Pistons—memberikan kepercayaan mental yang kuat. Ia menambahkan, “Kita tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga pada ketangguhan mental. Kami yakin dapat membalikkan keadaan.”

Dengan sisa tiga pertandingan yang belum dimainkan, Cavaliers harus menemukan cara untuk menahan serangan Knicks yang memanfaatkan ruang, sekaligus meningkatkan eksekusi tembakan tiga poin. Jika Mitchell dan rekan-rekannya dapat menyesuaikan taktik secara cepat, peluang untuk mengembalikan seri menjadi 2-2 masih terbuka lebar.

Sejauh ini, Knicks memimpin 2-0, namun sejarah NBA memperlihatkan bahwa comeback dari defisit serupa bukan hal yang mustahil. Bagi Cleveland, kata kunci tetap pada adaptasi, konsistensi, dan keyakinan yang ditunjukkan oleh pemimpin mereka, Donovan Mitchell.