LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih terdapat 211 lingkungan Rukun Warga (RW) yang tergolong kumuh di wilayah DKI Jakarta. Angka ini mencerminkan kondisi permukiman yang masih belum memenuhi standar kelayakan hidup layak.
Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim bahwa jumlah RW kumuh telah mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Klaim tersebut didukung oleh serangkaian program revitalisasi permukiman yang melibatkan perbaikan infrastruktur, peningkatan sanitasi, serta penyediaan layanan dasar bagi warga.
Beberapa langkah utama yang dijalankan meliputi:
- Peningkatan jaringan air bersih dan drainase di wilayah‑wilayah yang sebelumnya tidak terjangkau.
- Pembangunan atau renovasi fasilitas umum seperti taman, tempat ibadah, dan balai RW.
- Pemberian bantuan perumahan bagi warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
- Peningkatan kapasitas aparat lokal dalam mengidentifikasi dan memantau kondisi RW kumuh.
Data BPS menunjukkan bahwa meskipun masih ada 211 RW kumuh, tren penurunan terus berlanjut berkat intervensi pemerintah. Pemerintah Provinsi menegaskan komitmen untuk terus menurunkan angka tersebut hingga mencapai target nol RW kumuh dalam jangka menengah.
Pengawasan berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya ini. Pemerintah mengajak seluruh elemen, termasuk LSM, sektor swasta, dan warga, untuk berkontribusi dalam memperbaiki kualitas lingkungan tempat tinggal.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet