LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Setiap tahun umat Islam menghadiri kalender Hijriah dengan memperhatikan beberapa puasa sunnah yang memiliki nilai spiritual khusus. Dua di antaranya yang kerap disamakan padahal memiliki perbedaan penting adalah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah. Berikut ulasan lengkap mengenai perbedaan hari, tanggal, serta keutamaan masing-masing puasa.
Hari dan Tanggal Pelaksanaan
- Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijjah, satu hari sebelum Hari Arafah.
- Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijjah, yang juga dikenal sebagai Hari Arafah, hari paling utama dalam rangkaian ibadah Haji.
Keutamaan dan Dalil
Puasa Tarwiyah tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al‑Qur’an maupun hadis utama, namun banyak ulama menganjurkannya sebagai persiapan spiritual menjelang puasa Arafah. Sementara itu, Puasa Arafah memiliki dasar yang jelas dalam hadis Nabi Muhammad SAW, yang menyebutkan bahwa puasa pada hari tersebut menghapus dosa dua tahun, satu tahun sebelum dan satu tahun sesudahnya, bagi orang yang tidak menunaikan haji.
Siapa yang Dianjurkan Melaksanakan?
- Puasa Tarwiyah: Dianjurkan bagi semua Muslim yang mampu, terutama mereka yang ingin menambah pahala menjelang hari suci Arafah.
- Puasa Arafah: Sangat dianjurkan bagi non‑jamaah haji. Bagi jamaah haji yang sedang berada di Padang Arafah, melaksanakan shalat dan ibadah lain lebih utama daripada berpuasa.
Tips Praktis Menjalankan Kedua Puasa
- Periksa kalender Hijriah dan pastikan tanggal 8 dan 9 Zulhijjah.
- Siapkan sahur yang cukup nutrisi agar tidak lemas saat berpuasa.
- Lakukan ibadah tambahan seperti membaca Al‑Qur’an, shalat malam, dan sedekah.
- Jika Anda jamaah haji, fokuskan pada ritual di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah dan tinggalkan puasa.
Dengan memahami perbedaan mendasar antara Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah, umat Islam dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas spiritual serta mengoptimalkan pahala di bulan suci.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet