LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Setelah sepuluh musim memimpin, Pep Guardiola resmi mengakhiri masa baktinya di Manchester City. Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan klub pada akhir pekan lalu, menandai berakhirnya era yang dipenuhi gelar domestik dan prestasi internasional.
Selama satu dekade, sang pelatih asal Spanyol berhasil mengubah City menjadi kekuatan dominan di Liga Premier. Di bawah asuhannya, klub meraih tujuh gelar Premier League (2017/18, 2018/19, 2020/21, 2021/22, 2022/23, 2023/24, 2024/25), lima Piala FA, delapan Piala Liga, serta tiga Community Shield. Prestasi paling bergengsi di tingkat Eropa, yaitu final Liga Champions UEFA 2020/21, sayangnya berakhir dengan kekalahan, namun tetap menjadi pencapaian historis bagi tim.
- Premier League: 7 kali
- FA Cup: 5 kali
- EFL Cup: 8 kali
- Community Shield: 3 kali
- Final Liga Champions: 1 kali (runner‑up)
Kepergian Guardiola memicu spekulasi luas mengenai tujuan berikutnya. Beberapa pundit menilai ia mungkin kembali ke Spanyol, sementara yang lain mengantisipasi tantangan baru di liga lain. Di sisi lain, Manchester City kini harus mencari pengganti yang mampu melanjutkan filosofi permainan menyerang yang telah menjadi ciri khas tim.
Reaksi dari para pemain dan penggemar pun beragam. Beberapa bintang skuad mengungkapkan rasa terima kasih atas bimbingan taktis dan mental yang diberikan, sedangkan suporter mengekspresikan kekecewaan sekaligus harapan agar klub tetap kompetitif di era pasca‑Guardiola.
Manajer baru yang akan diangkat diharapkan membawa inovasi tanpa mengorbankan identitas permainan yang telah dibangun selama ini. Sementara itu, warisan Guardiola tetap hidup melalui data statistik, gaya permainan, dan generasi pemain yang kini menjadi tulang punggung tim.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet