LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Tottenham Hotspur menghadapi krisis eksistensial pada akhir musim Premier League 2025/2026. Pertandingan melawan Everton pada Minggu, 24 Mei, menjadi satu-satunya peluang klub asal London Utara untuk mengamankan tempat di kasta tertinggi kompetisi domestik. Namun, kebijakan kapten tim, Cristian Romero, yang memilih kembali ke Argentina untuk melanjutkan rehabilitasi cedera lutut, memicu kemarahan massa pendukung Spurs.
Situasi Tim dan Cedera Romero
Cristian Romero, bek tengah berusia 28 tahun yang menjadi kapten sejak musim 2024, mengalami cedera lutut pada pertandingan melawan Sunderland pada bulan April. Cedera tersebut mengharuskan ia absen dari sisa pertandingan liga. Manajer Roberto De Zerbi menegaskan pentingnya peran Romero dalam struktur pertahanan, namun menambahkan bahwa klub telah mengamankan poin krusial dalam lima laga terakhir meski tanpa kehadirannya.
Rehabilitasi Romero direncanakan sejak lama. Awalnya, ia menolak tawaran untuk kembali ke Argentina dan memulai proses penyembuhan di London bersama staf medis Tottenham serta tim medis nasional Argentina. Pada minggu ini, fase kedua rehabilitasi dilaksanakan di Argentina, namun bukan untuk menonton pertandingan Belgrano melawan River Plate, melainkan untuk menyelesaikan program pemulihan yang telah disepakati.
Kontroversi Kepulangan ke Tanah Air
Meski dijelaskan oleh agen Romero, Ciro Palermo, bahwa tujuan perjalanan adalah medis, spekulasi publik tetap menguat. Beberapa fans menuduh Romero mengabaikan tanggung jawabnya sebagai kapten, terutama menjelang laga penentu melawan Everton yang berpotensi menentukan nasib klub di Premier League. Video Romero terlihat berlatih di fasilitas Belgrano memicu dugaan bahwa ia lebih peduli pada klub masa mudanya dibanding Spurs.
De Zerbi dalam konferensi pers menegaskan bahwa keputusan Romero diambil bersama tim medis, dan tidak ada tekanan eksternal. “Romero, saya sangat menyesal atas cederanya. Dia mencintai Tottenham, dan keputusan ini diambil demi pemulihan optimal serta persiapan Piala Dunia,” ujar De Zerbi.
Prediksi dan Tantangan di Laga Everton
Analisis pra-pertandingan dari beberapa media menggarisbawahi fakta bahwa Spurs berada dua poin di atas West Ham dengan selisih gol lebih baik. Oleh karena itu, hasil imbang saja cukup untuk mengamankan posisi 17 dan menurunkan Hammers. Namun, tekanan pada para pemain inti, termasuk Radu Dragusin dan Kevin Danso, meningkat tajam karena ketiadaan Romero di barisan pertahanan.
- Spurs mencatat hanya 12 poin di kandang selama musim ini, posisi terendah bersama Burnley.
- Everton menempati posisi menengah atas klasemen dengan 26 poin di luar kandang, namun mengalami lima laga tanpa kemenangan akhir musim.
- Kinerja penyerang Richarlison menjadi faktor penentu, mengingat ia pernah menjadi pahlawan bagi Everton dalam meloloskan diri dari zona degradasi pada 2022.
Statistik pertemuan dua tim dalam lima pertemuan terakhir di luar kandang Tottenham menunjukkan dominasi Spurs dengan skor agregat 13-1, termasuk kemenangan 4-0 pada Agustus 2024. Namun, performa defensif Tottenham yang rapuh pada beberapa laga terakhir menimbulkan keraguan akan kemampuan mereka menahan serangan Everton yang kini mengandalkan Beto dan Thierno Barry.
Reaksi Fanbase dan Dampak Jangka Panjang
Media sosial dipenuhi komentar keras, menyebut keputusan Romero “memalukan” dan menilai ini sebagai pertanda akhir kariernya di Tottenham. Sementara itu, rumor transfer ke Atletico Madrid mulai menguar, mengingat kontrak Romero masih tiga tahun ke depan. De Zerbi menegaskan bahwa klub tetap fokus pada pertandingan akhir dan tidak akan terpengaruh oleh rumor pasar transfer.
Jika Spurs berhasil mengamankan poin, mereka akan menghindari degradasi pertama dalam 49 tahun. Kegagalan, di sisi lain, dapat memicu pergantian total manajemen, termasuk kemungkinan pengunduran diri De Zerbi. Keputusan Romero, meskipun bersifat medis, tetap menjadi titik fokus perdebatan antara loyalitas pemain dan ekspektasi suporter.
Dengan tekanan yang memuncak, akhir pekan ini akan menjadi momen penentu tidak hanya bagi Tottenham, tetapi juga bagi reputasi Cristian Romero sebagai kapten dan figur publik. Hasil akhir laga ini akan menentukan nasib klub di Premier League sekaligus menandai babak baru dalam karier Romero, baik di Tottenham maupun potensi langkah selanjutnya ke liga Spanyol.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet