AS Habiskan 200 Rudal THAAD untuk Bela Israel dari Serangan Iran, Sekutu Arabnya Diabaikan
AS Habiskan 200 Rudal THAAD untuk Bela Israel dari Serangan Iran, Sekutu Arabnya Diabaikan

AS Habiskan 200 Rudal THAAD untuk Bela Israel dari Serangan Iran, Sekutu Arabnya Diabaikan

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Baru-baru ini, Pentagon mengumumkan bahwa lebih dari 200 rudal sistem pertahanan balistik terminal high‑altitude area defense (THAAD) telah dikerahkan untuk melindungi Israel dari ancaman serangan rudal Iran. Angka tersebut diperkirakan menempati hampir separuh dari total persediaan THAAD yang dimiliki militer Amerika Serikat.

Keputusan ini diambil setelah intelijen mengidentifikasi kemungkinan peluncuran rudal balistik oleh Iran yang diarahkan ke wilayah Israel. THAAD, yang dirancang untuk mencegat rudal balistik pada ketinggian tinggi, diposisikan di beberapa pangkalan strategis di Timur Tengah, termasuk di wilayah Teluk dan di dekat perbatasan Israel.

  • Jumlah THAAD yang dikerahkan: >200 unit
  • Persentase dari total inventaris Pentagon: ≈50%
  • Tujuan utama: melindungi wilayah Israel dari serangan balistik Iran

Sementara Israel menerima dukungan militer yang signifikan, beberapa negara Arab yang secara tradisional menjadi sekutu Amerika Serikat menanggapi langkah ini dengan rasa diabaikan. Pemerintah di negara‑negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar menyatakan keprihatinan bahwa kebijakan pertahanan Amerika lebih mengutamakan kepentingan Israel daripada keamanan kawasan secara keseluruhan.

Negara Reaksi
Israel Menyambut baik penempatan THAAD sebagai perlindungan tambahan
Arab Saudi Menyatakan kekecewaan atas kurangnya dukungan terhadap ancaman bersama
Uni Emirat Arab Menilai kebijakan tersebut dapat memperkeruh ketegangan regional

Para analis militer menilai bahwa penggunaan setengah inventaris THAAD menunjukkan tingkat keparahan ancaman yang dirasakan Washington. Mereka memperingatkan bahwa penurunan cadangan THAAD dapat menurunkan kesiapan pertahanan Amerika di wilayah lain, termasuk Asia Timur yang juga menghadapi tekanan dari Korea Utara dan China.

Di dalam negeri, keputusan ini menimbulkan perdebatan politik. Beberapa anggota Kongres menilai langkah tersebut sebagai tindakan yang berlebihan dan meminta peninjauan kembali alokasi sumber daya pertahanan. Sementara itu, pejabat eksekutif menegaskan bahwa keamanan sekutu utama, termasuk Israel, tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, penempatan lebih dari 200 rudal THAAD untuk melindungi Israel mencerminkan dinamika geopolitik yang semakin kompleks di Timur Tengah, di mana kepentingan strategis Amerika Serikat sering kali harus menyeimbangkan antara dukungan kepada sekutu tradisional dan kebutuhan untuk menjaga stabilitas regional yang lebih luas.