LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Kementerian Pertahanan Belanda mengonfirmasi pada Kamis lalu rencana pembelian rudal jarak jauh yang akan dipasangkan pada jet tempur generasi kelima, Lockheed Martin F-35. Pembelian ini merupakan bagian dari upaya modernisasi alutsista Angkatan Udara Belanda dan memperkuat kemampuan serang jauh negara tersebut.
Rudal yang dimaksud adalah varian jarak jauh dari sistem misil udara-ke-permukaan, yang dirancang untuk menembus pertahanan udara musuh dan menghantam target strategis di dalam maupun di luar wilayah darat. Menurut informasi resmi, rudal tersebut diproduksi di Amerika Serikat dan akan diintegrasikan secara penuh dengan platform F-35, memungkinkan pilot Belanda mengakses data target secara real‑time melalui sensor canggih pesawat.
Beberapa poin penting dari rencana pembelian ini:
- Jumlah dan tipe: Belanda berencana mengakuisisi beberapa ratus unit rudal, dengan varian yang memiliki jangkauan lebih dari 300 kilometer.
- Biaya: Estimasi nilai kontrak mencapai ratusan juta dolar AS, termasuk layanan pemeliharaan dan pelatihan kru.
- Waktu pengiriman: Pengiriman rudal diperkirakan dimulai pada akhir 2025, seiring dengan penambahan armada F-35 yang sedang dalam tahap penguatan.
- Integrasi teknologi: Sistem rudal akan terhubung dengan jaringan pertahanan bersama NATO, memungkinkan interoperabilitas dengan sekutu‑sekutu lainnya.
Keputusan ini mencerminkan peningkatan fokus Belanda pada kemampuan pertahanan jarak jauh, terutama di tengah dinamika geopolitik di Eropa Utara dan Laut Baltik. Dengan menambah rudal jarak jauh, Belanda dapat memperluas jangkauan operasional F-35, meningkatkan deterrence terhadap potensi ancaman, serta mendukung kontribusinya dalam misi kolektif NATO.
Pembelian ini juga memperkuat hubungan pertahanan antara Belanda dan Amerika Serikat. Pemerintah AS menyambut baik keputusan tersebut, menekankan bahwa kerja sama militer bilateral akan terus berkembang melalui transfer teknologi dan pelatihan bersama.
Analisis para pakar pertahanan menyebut bahwa akuisisi rudal jarak jauh ini dapat mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan, terutama mengingat peningkatan aktivitas militer Rusia di perbatasan NATO. Dengan kemampuan serangan presisi yang lebih jauh, Angkatan Udara Belanda diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam operasi bersama aliansi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet