Berkomitmen “MengEMASkan Indonesia”, PT Pegadaian cetak kinerja gemilang di awal 2026
Berkomitmen “MengEMASkan Indonesia”, PT Pegadaian cetak kinerja gemilang di awal 2026

Berkomitmen “MengEMASkan Indonesia”, PT Pegadaian cetak kinerja gemilang di awal 2026

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | PT Pegadaian menegaskan kembali komitmen strategisnya untuk mengembangkan ekosistem emas nasional melalui pendekatan bisnis yang adaptif dan agresif. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan mencatat kinerja keuangan yang signifikan, mencerminkan keberhasilan inisiatif baru dalam layanan digital, diversifikasi produk, dan perluasan jaringan.

Berbagai indikator utama menunjukkan pertumbuhan yang kuat:

  • Pendapatan operasional naik sebesar 18,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai Rp12,3 triliun.
  • Laba bersih meningkat 22,7% menjadi Rp2,1 triliun, didorong oleh margin yang lebih baik pada produk emas fisik dan digital.
  • Jumlah nasabah aktif bertambah 7,4% menjadi 13,9 juta orang, dengan pertumbuhan signifikan pada segmen milenial melalui aplikasi seluler.
  • Volume penjualan emas mencapai 4.800 ton, meningkat 12% year‑on‑year, berkat program “Emas Ritel Plus” yang memperluas akses bagi masyarakat di daerah tertinggal.
  • Ekspansi jaringan mencakup pembukaan 45 gerai baru di 12 provinsi, serta penambahan 150 unit layanan mandiri (self‑service).

Strategi ekspansi emas yang agresif meliputi tiga pilar utama: digitalisasi layanan, kolaborasi dengan fintech, dan peningkatan literasi keuangan berbasis emas. Aplikasi Pegadaian Mobile kini menyediakan fitur pembelian emas secara real‑time, simpanan berjangka emas, serta layanan gadai elektronik yang mempercepat proses hingga tiga kali lipat.

Selain itu, PT Pegadaian menggandeng beberapa perusahaan e‑commerce dan platform pembayaran digital untuk menawarkan produk emas micro‑investment, memungkinkan konsumen membeli emas mulai dari Rp10.000. Program edukasi “Gold Literacy Tour” yang diluncurkan pada awal tahun juga berhasil menjangkau lebih dari 200.000 peserta di seluruh Indonesia.

Dengan kinerja kuat di awal 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 15‑20% dan memperluas pangsa pasar emas nasional hingga mencapai 30% pada akhir tahun. Rencana investasi tambahan sebesar Rp1,5 triliun akan dialokasikan untuk pengembangan teknologi blockchain guna meningkatkan transparansi dan keamanan transaksi emas.

Direktur Utama PT Pegadaian, Budi Santoso, menekankan bahwa “mengEMASkan Indonesia” bukan sekadar slogan, melainkan visi jangka panjang untuk menjadikan emas sebagai instrumen keuangan inklusif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.