Gus Lilur: Muktamar ke-35 NU Dijadikan Penjaga Moral Republik Indonesia
Gus Lilur: Muktamar ke-35 NU Dijadikan Penjaga Moral Republik Indonesia

Gus Lilur: Muktamar ke-35 NU Dijadikan Penjaga Moral Republik Indonesia

LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Khalilur Abdullah Sahlawiy yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Lilur, menegaskan bahwa Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat perannya sebagai penjaga moral negara. Dalam sambutannya, Gus Lilur menyoroti tantangan zaman yang menguji nilai-nilai keagamaan, sosial, dan budaya Indonesia.

Beberapa poin utama yang disampaikan Gus Lilur antara lain:

  • Penguatan Etika Publik: NU harus menjadi contoh dalam menegakkan etika publik, mulai dari kepemimpinan politik hingga perilaku warga sehari-hari.
  • Peran Aktif dalam Pendidikan: Melalui jaringan pesantren dan lembaga pendidikan, NU dapat menanamkan nilai-nilai moral yang kuat pada generasi muda.
  • Pengawasan Sosial: Organisasi diharapkan berperan sebagai pengawas terhadap fenomena radikalisme, korupsi, dan intoleransi.
  • Kolaborasi Lintas Agama: Menjaga harmoni antar umat beragama menjadi prioritas, terutama di tengah dinamika sosial‑ekonomi yang cepat.

Gus Lilur juga menyoroti pentingnya sinergi antara NU dengan lembaga‑lembaga negara, media, dan masyarakat sipil untuk menciptakan ekosistem moral yang kokoh. Ia mengingatkan bahwa moralitas tidak dapat dipisahkan dari kebijakan publik, sehingga setiap keputusan harus mencerminkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

Dengan agenda Muktamar ke-35 yang mengangkat tema “Menyongsong Indonesia Berintegritas”, Gus Lilur mengajak seluruh elemen NU untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan moral bangsa. Ia menutup pidatonya dengan harapan bahwa NU akan terus menjadi cahaya moral yang menuntun Indonesia menuju masa depan yang lebih adil dan damai.