LintasWarganet.com – 22 Mei 2026 | Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, dalam konferensi pers terbaru menekankan pentingnya percepatan proses pembebasan lahan sebagai langkah strategis untuk memperbaiki perlintasan kereta api (KA) yang masih bersifat rawan kecelakaan.
Diana Kusumastuti menguraikan beberapa poin utama yang harus menjadi fokus pemerintah:
- Pengidentifikasian lahan yang diperlukan secara terperinci, melibatkan pemda dan pemilik tanah.
- Penyusunan paket kompensasi yang transparan dan adil, dengan memperhatikan nilai pasar dan kebutuhan sosial.
- Penyederhanaan prosedur perizinan, termasuk koordinasi lintas sektoral antara Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, dan Badan Penyelenggara Transportasi Darat.
- Penerapan teknologi survei dan pemetaan digital untuk mempercepat verifikasi wilayah.
- Penetapan target waktu penyelesaian tiap proyek perlintasan, dengan mekanisme monitoring berkala.
Pemerintah menargetkan bahwa pada akhir 2025, minimal 70% perlintasan yang telah diidentifikasi akan selesai dibenahi, baik melalui pembangunan jembatan penyeberangan, terowongan, atau sistem sinyal otomatis.
Selain aspek teknis, Wamen PU juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat sekitar agar proses pembebasan lahan tidak menimbulkan konflik. “Kami berkomitmen memberikan kepastian hukum dan kompensasi yang layak, sehingga warga dapat mendukung upaya peningkatan keselamatan transportasi kereta api,” ujarnya.
Jika percepatan pembebasan lahan berhasil, diperkirakan akan mengurangi kecelakaan lintas rel sebesar 40% dalam lima tahun ke depan, sekaligus meningkatkan kelancaran arus kendaraan di daerah‑daerah dengan tingkat kemacetan tinggi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet