YKAN dan Masyarakat Adat Wakatobi Perkuat Adaptasi Iklim Lewat Budaya
YKAN dan Masyarakat Adat Wakatobi Perkuat Adaptasi Iklim Lewat Budaya

YKAN dan Masyarakat Adat Wakatobi Perkuat Adaptasi Iklim Lewat Budaya

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama masyarakat adat Wakatobi serta sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Wakatobi meluncurkan serangkaian program untuk meningkatkan ketahanan iklim melalui pemanfaatan nilai-nilai budaya lokal. Program ini dirancang sebagai respons terhadap ancaman perubahan iklim yang semakin terasa di wilayah kepulauan, khususnya peningkatan suhu laut, erosi pantai, dan degradasi terumbu karang.

Berbagai langkah strategis diambil, antara lain:

  • Revitalisasi pengetahuan tradisional dalam pengelolaan terumbu karang, termasuk teknik penanaman karang yang diwariskan secara turun‑menurun.
  • Penyelenggaraan lokakarya budaya untuk anggota komunitas, yang memfokuskan pada cerita‑cerita lisan (lontar) tentang cara hidup selaras dengan alam.
  • Pembuatan buku panduan adaptasi iklim berbahasa lokal yang memadukan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal.
  • Pengenalan sistem peringatan dini berbasis kearifan laut, memanfaatkan sinyal alam seperti perubahan pola migrasi ikan.
  • Peningkatan kapasitas perempuan adat melalui pelatihan pengolahan hasil laut yang ramah lingkungan.

Seluruh kegiatan dijalankan dengan melibatkan lembaga pemerintahan daerah, universitas, serta organisasi non‑pemerintah yang memiliki keahlian di bidang perubahan iklim dan pelestarian budaya. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat menciptakan model adaptasi yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa.

Proyek ini direncanakan berjalan selama tiga tahun dengan evaluasi tahunan untuk menilai dampak terhadap mitigasi risiko iklim dan pelestarian warisan budaya. Jika berhasil, hasilnya akan dijadikan acuan kebijakan nasional dalam menggabungkan kearifan lokal dengan upaya penanggulangan perubahan iklim.