KNKT Ungkap Kesulitan Penglihatan Sinyal Jadi Penyebab KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
KNKT Ungkap Kesulitan Penglihatan Sinyal Jadi Penyebab KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

KNKT Ungkap Kesulitan Penglihatan Sinyal Jadi Penyebab KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Insiden yang menimpa Kereta Api Argo Bromo (KA) dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada hari Senin sore menimbulkan keprihatinan luas. Menurut laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), penyebab utama tabrakan tersebut adalah kesulitan dalam melihat sinyal perlintasan serta gangguan visual yang dialami masinis kereta api.

KNKT mengidentifikasi dua faktor utama yang berkontribusi pada kegagalan visual masinis:

  • Kondisi cuaca: Kabut tebal dan intensitas cahaya yang rendah mengurangi kontras tampilan sinyal.
  • Desain sinyal: Penempatan lampu sinyal yang terlalu rendah serta kurangnya pencahayaan tambahan membuat sinyal sulit dikenali pada jarak pandang yang diperlukan.

Selain itu, penyelidikan menemukan bahwa masinis KA tidak mendapatkan pelatihan khusus untuk menghadapi situasi visual yang menantang pada jalur lintas kereta api perkotaan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar pelatihan dan prosedur operasional di jaringan kereta api nasional.

Pejabat KNKT menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur sinyal, termasuk pemasangan lampu peringatan yang lebih terang dan penyesuaian tinggi penempatan sinyal agar lebih mudah terlihat oleh pengemudi kereta. Mereka juga menyarankan peningkatan program pelatihan visual bagi masinis, serta rutin melakukan audit kondisi sinyal terutama pada wilayah rawan kabut atau cuaca buruk.

Dalam pernyataan resmi, KNKT berjanji akan memantau pelaksanaan rekomendasi tersebut dan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) serta operator KRL Jabodetabek untuk memastikan keselamatan penumpang tidak terganggu lagi.