LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Integrasi Stasiun Manggarai menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan keterhubungan moda transportasi publik di Jakarta. Proyek ini menggabungkan layanan kereta commuter (KRL), LRT, MRT, serta jaringan bus berintegrasi dalam satu hub terpadu, sehingga memudahkan pergerakan penumpang antar moda tanpa harus berpindah stasiun secara signifikan.
Pengembangan hub Manggari direncanakan meliputi:
- Pembangunan gedung perantara seluas lebih dari 20.000 m2 yang menghubungkan platform KRL, LRT, dan MRT.
- Penambahan fasilitas tiket terintegrasi yang memungkinkan penggunaan satu kartu elektronik untuk semua moda.
- Penyediaan ruang komersial, area tunggu ber-AC, dan fasilitas ramah disabilitas.
| Tahun | Penumpang (juta) |
|---|---|
| 2024 | 2,1 |
| 2025 | 2,8 |
| 2026 | 3,5 |
Anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp 7 triliun, dengan kontribusi dana dari Pemerintah Pusat, Pemerintah DKI Jakarta, dan investasi swasta melalui skema kerjasama BUMN‑swasta. Pelaksanaan proyek dibagi menjadi tiga fase: fase perencanaan (2022‑2023), fase konstruksi (2024‑2026), dan fase operasional (2027).
Beberapa tantangan yang perlu dihadapi meliputi koordinasi antar lembaga, mitigasi dampak lalu lintas selama konstruksi, serta penyesuaian sistem tiket yang masih beragam. Namun, manfaat jangka panjang yang diharapkan meliputi pengurangan kemacetan, penurunan emisi CO2, dan peningkatan efisiensi perjalanan bagi ribuan warga Jakarta setiap harinya.
Dengan integrasi Manggarai, diharapkan jaringan transportasi publik kota menjadi lebih seamless, memotivasi masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke moda publik, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota metropolitan dengan sistem transportasi yang modern dan berkelanjutan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet