Kemenag Bangun Sekolah Katolik Terpadu di Nagekeo untuk Tingkatkan Mutu SDM
Kemenag Bangun Sekolah Katolik Terpadu di Nagekeo untuk Tingkatkan Mutu SDM

Kemenag Bangun Sekolah Katolik Terpadu di Nagekeo untuk Tingkatkan Mutu SDM

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) meluncurkan program pembangunan Sekolah Katolik Terpadu di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.

Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif Kemenag untuk mengintegrasikan pendidikan agama Katolik dengan kurikulum umum, sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus keagamaan yang kuat.

Berikut beberapa poin penting terkait pembangunan sekolah tersebut:

  • Lokasi: Desa (nama desa), Kecamatan (nama kecamatan), Nagekeo, NTT.
  • Kapasiitas: Direncanakan dapat menampung sekitar 1.200 siswa mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
  • Fasilitas: Gedung kelas modern, laboratorium sains, perpustakaan digital, lapangan olahraga, dan asrama bagi siswa asal daerah terpencil.
  • Anggaran: Dibiayai melalui APBN dan kontribusi gereja Katolik setempat, dengan total investasi sekitar Rp 150 miliar.
  • Jadwal: Pembangunan dimulai pada kuartal pertama 2024 dan diproyeksikan selesai pada akhir 2025, dengan proses penerimaan siswa dimulai tahun ajaran 2026/2027.

Pengelolaan sekolah akan melibatkan kerja sama antara Kemenag, Keuskupan Nagekeo, dan Yayasan Pendidikan Katolik setempat. Tim manajemen akan memastikan standar mutu pendidikan sesuai dengan regulasi nasional serta nilai-nilai keagamaan Katolik.

Selain meningkatkan kualitas akademik, sekolah ini juga menargetkan pengembangan karakter melalui program ekstrakurikuler, kegiatan keagamaan, dan pelatihan kepemimpinan yang dirancang khusus untuk menumbuhkan generasi muda yang berintegritas.

Dengan adanya fasilitas lengkap dan kurikulum terpadu, diharapkan lulusan Sekolah Katolik Terpadu Nagekeo dapat bersaing dalam jenjang pendidikan tinggi maupun dunia kerja, serta menjadi agen perubahan bagi komunitasnya.