Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998: Soeharto Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998: Soeharto Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden

Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998: Soeharto Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | 21 Mei 1998 menandai titik balik penting dalam sejarah politik Indonesia. Setelah memerintah selama 32 tahun, Presiden Soeharto secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya, mengakhiri era Orde Baru yang telah lama mendominasi lanskap pemerintahan.

Beberapa faktor utama yang memicu krisis politik pada masa itu meliputi:

  • Keruntuhan nilai tukar Rupiah dan inflasi yang melambung tinggi.
  • Penurunan drastis harga komoditas ekspor, terutama minyak kelapa sawit dan batu bara.
  • Protes massal mahasiswa, serikat pekerja, dan masyarakat sipil yang menuntut reformasi.

Berikut rangkaian peristiwa penting menjelang pengunduran diri Soeharto:

Tanggal Peristiwa
13 Mei 1998 Tragedi Trisakti, 12 mahasiswa tewas.
15 Mei 1998 Ribuan warga turun ke jalan di Jakarta menuntut reformasi.
19 Mei 1998 Ratusan anggota DPR/MPR mengajukan mosi tidak percaya kepada Presiden.
21 Mei 1998 Soeharto menyerahkan surat pengunduran diri kepada Wakil Presiden B.J. Habibie.

Setelah pengunduran diri, Wakil Presiden B.J. Habibie secara konstitusional mengambil alih jabatan Presiden. Era reformasi pun dimulai, membawa perubahan signifikan dalam sistem politik, ekonomi, dan kebebasan pers di Indonesia.

Pengunduran diri Soeharto tidak hanya menandai berakhirnya satu kepemimpinan, tetapi juga membuka jalan bagi demokratisasi yang lebih luas, termasuk pemilihan umum yang lebih transparan dan penguatan institusi negara hukum.