Mahasiswa UNUSA Raih Juara 2 UNUGGI dengan AI Chatbot Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas
Mahasiswa UNUSA Raih Juara 2 UNUGGI dengan AI Chatbot Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

Mahasiswa UNUSA Raih Juara 2 UNUGGI dengan AI Chatbot Kesehatan Mental Berbasis Spiritualitas

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Tim mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) berhasil mengukir prestasi dengan meraih posisi juara dua pada ajang United Nations Global Innovation Research Initiative (UNUGIRI). Inovasi mereka berupa chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk mendukung kesehatan mental, mengintegrasikan pendekatan Behaviour Therapy dengan nilai-nilai spiritualitas lokal.

Pengembangan chatbot ini dipimpin oleh tiga mahasiswa jurusan Teknologi Informasi, dengan bimbingan dosen pembimbing. Prototipe yang dinamakan “SpiritMind” menawarkan layanan percakapan 24 jam, memberikan saran coping, teknik relaksasi, serta rekomendasi aktivitas spiritual yang relevan dengan budaya Indonesia.

Fitur utama chatbot

  • Analisis emosional berbasis natural language processing (NLP) untuk mengidentifikasi tingkat stres pengguna.
  • Strategi intervensi Behaviour Therapy, termasuk teknik cognitive restructuring dan exposure therapy.
  • Integrasi elemen spiritualitas, seperti doa, dzikir, dan praktik mindfulness yang disesuaikan dengan tradisi lokal.
  • Database sumber daya kesehatan mental nasional, memudahkan rujukan ke layanan profesional bila diperlukan.

Dalam kompetisi UNUGIRI, tim UNUSA bersaing dengan lebih dari 30 tim internasional. Berikut adalah rangkuman hasil akhir:

Posisi Tim Negara Bidang Inovasi
1 Team Alpha India AI untuk pertanian berkelanjutan
2 UNUSA Indonesia Chatbot kesehatan mental berbasis spiritualitas
3 Beta Labs Kenya Pemantauan kualitas air dengan IoT

Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan reputasi UNUSA di kancah internasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga kesehatan dan startup teknologi. Tim berencana menguji chatbot secara lebih luas di kampus dan komunitas lokal, serta mengoptimalkan algoritma AI dengan data real‑time.

Penghargaan yang diterima mencakup dana hibah penelitian sebesar USD 15.000 dan akses ke program inkubator inovasi global. Diharapkan, “SpiritMind” dapat menjadi model bagi pengembangan solusi digital yang menggabungkan ilmu psikologi modern dengan kearifan lokal, memperkuat upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan mental di Indonesia.