LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sejumlah tokoh Nahdliyin menegaskan pentingnya proses pemilihan kepemimpinan PBNU berlangsung tanpa campur tangan pihak manapun, termasuk pemerintah.
Muktamar, sebagai forum tertinggi organisasi yang diadakan setiap lima tahun, menjadi ajang penetapan arah kebijakan serta pemilihan Ketua Umum PBNU. Tahun ini, harapan besar diletakkan pada proses yang bersih, transparan, dan bebas dari tekanan politik.
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada media, para tokoh menekankan empat hal utama yang harus dijaga:
- Tidak adanya intervensi atau tekanan dari lembaga negara manapun.
- Transparansi penuh dalam mekanisme pemungutan suara.
- Penghormatan terhadap hasil keputusan peserta Muktamar.
- Pemeliharaan martabat NU sebagai lembaga keagamaan yang independen.
Para tokoh menambahkan bahwa intervensi dapat merusak integritas NU serta menodai sejarah perjuangan bangsa. Mereka menekankan bahwa NU harus tetap menjadi suara moral masyarakat, bukan instrumen politik.
Latar belakang pernyataan ini muncul seiring dengan meningkatnya dinamika politik nasional, di mana beberapa pihak dinilai berusaha memanfaatkan organisasi keagamaan untuk memperkuat posisi politiknya. Dengan menolak intervensi, Nahdliyin berharap PBNU dapat mengambil keputusan secara kolektif berdasarkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Harapan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan anggota NU serta masyarakat luas bahwa proses internal organisasi tetap mandiri dan berlandaskan pada prinsip keadilan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet