Kemhan Gelar Pelatihan Tiga Bulan untuk Ratusan Pegawai BUMN Rekrut 2025-2026
Kemhan Gelar Pelatihan Tiga Bulan untuk Ratusan Pegawai BUMN Rekrut 2025-2026

Kemhan Gelar Pelatihan Tiga Bulan untuk Ratusan Pegawai BUMN Rekrut 2025-2026

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Kementerian Pertahanan (Kemhan) menandai komitmen peningkatan kompetensi sumber daya manusia BUMN dengan menyelenggarakan program pelatihan intensif selama tiga bulan. Program ini menargetkan sekitar 400 pegawai BUMN yang baru direkrut untuk periode 2025-2026.

Pelatihan dilaksanakan di dua lokasi utama, yaitu Kodiklat TNI (Pusat Pendidikan dan Latihan TNI) dan Danantara Corporate University. Kedua institusi dipilih karena kemampuan mereka dalam menyampaikan materi kepemimpinan, manajemen risiko, serta kebijakan pertahanan yang relevan dengan peran strategis BUMN.

Berikut rangkaian kegiatan utama selama program tiga bulan:

  • Orientasi Kebijakan Pertahanan Nasional: Memperkenalkan kerangka kerja pertahanan negara serta peran BUMN dalam mendukung ketahanan ekonomi.
  • Pelatihan Kepemimpinan Militer: Sesi simulasi kepemimpinan berbasis skenario operasional TNI, menekankan pengambilan keputusan cepat dan efektif.
  • Manajemen Risiko dan Keamanan Siber: Mengajarkan strategi mitigasi risiko operasional dan ancaman siber yang semakin kompleks.
  • Pengembangan Kompetensi Teknis: Workshop khusus sesuai sektor BUMN (energi, transportasi, telekomunikasi, dll.) yang dipandu oleh instruktur TNI dan pakar industri.
  • Evaluasi dan Sertifikasi: Penilaian akhir berupa ujian tertulis dan praktik, dengan sertifikat kelulusan yang diakui oleh Kemhan dan BUMN peserta.

Direktur Jenderal BUMN, Budi Santoso, menyatakan bahwa program ini diharapkan menghasilkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki wawasan strategis dalam konteks pertahanan dan keamanan nasional. “Kami ingin menciptakan sinergi antara sektor publik dan pertahanan, sehingga BUMN dapat berkontribusi lebih optimal pada pembangunan negara,” ujarnya.

Kepala Staf TNI, Letnan Jenderal Andi Prasetyo, menambahkan bahwa kolaborasi ini memperkuat jaringan kerja sama antar lembaga, sekaligus menyiapkan generasi pemimpin yang siap menghadapi tantangan geopolitik masa depan.

Program pelatihan ini direncanakan selesai pada akhir Agustus 2026, dengan harapan semua peserta dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di unit kerja masing-masing.