LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) mengonfirmasi bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza telah menjadi korban penangkapan oleh pasukan Israel.
Global Sumud Flotilla merupakan inisiatif internasional yang mengirimkan bantuan medis, pangan, dan perlengkapan darurat ke wilayah Gaza yang mengalami blokade. Tim Indonesia yang berjumlah delapan orang, termasuk tenaga medis, relawan, dan aktivis, berangkat dari pelabuhan Beirut pada tanggal 15 Mei 2022 dengan harapan dapat menyalurkan bantuan secara langsung kepada penduduk sipil.
- Jumlah WNI yang ditangkap: 8 orang
- Identitas: 3 dokter, 2 perawat, 2 aktivis kemanusiaan, 1 pengurus logistik
- Lokasi penahanan: fasilitas militer di Tepi Barat
Kemlu menegaskan bahwa penangkapan ini melanggar konvensi internasional tentang perlindungan tenaga medis dan warga sipil dalam konflik bersenjata. Menteri Luar Negeri menyatakan akan menempuh semua jalur diplomatik untuk membebaskan WNI yang ditahan dan menuntut pertanggungjawaban Israel atas tindakan tersebut.
Reaksi internasional pun muncul, dengan beberapa negara mengutuk penangkapan warga sipil dan menuntut Israel menghormati hak asasi manusia. Di dalam negeri, masyarakat Indonesia mengecam tindakan Israel dan menyerukan pemerintah untuk meningkatkan tekanan diplomatik.
Langkah selanjutnya yang direncanakan oleh Kemlu meliputi:
- Pengajuan protes resmi melalui Kedutaan Besar Israel di Jakarta.
- Koordinasi dengan Kementerian Pertahanan untuk menilai risiko keamanan warga Indonesia di kawasan konflik.
- Permohonan bantuan konsuler bagi WNI yang ditahan, termasuk akses medis dan kunjungan keluarga.
- Pengajuan laporan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komisi Hak Asasi Manusia.
Kasus ini menambah ketegangan dalam hubungan Indonesia‑Israel, meski kedua negara belum memiliki hubungan diplomatik resmi. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya terhadap prinsip non‑intervensi dan dukungan bagi hak-hak rakyat Palestina.
Dengan situasi yang masih dinamis, publik diminta untuk mengikuti perkembangan melalui saluran resmi pemerintah dan menghindari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet