Sassuolo Terpuruk di Lecce: Ketiadaan Jay Idzes, Penjajakan Pinamonti, dan Dilema Transfer Kone
Sassuolo Terpuruk di Lecce: Ketiadaan Jay Idzes, Penjajakan Pinamonti, dan Dilema Transfer Kone

Sassuolo Terpuruk di Lecce: Ketiadaan Jay Idzes, Penjajakan Pinamonti, dan Dilema Transfer Kone

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Reggio Emilia – Pada Minggu ke-37 Liga Serie A musim 2025/2026, US Sassuolo Calcio mengalami kekalahan tipis 2-3 di kandang sendiri melawan US Lecce. Pertandingan yang berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, memperlihatkan tim Neroverdi berjuang keras meski tanpa bek timnas Indonesia, Jay Idzes, yang masih dirundung cedera tumit.

Kekalahan di Mapei Stadium

Babak pertama dimulai dengan gol pembuka Walid Cheddira pada menit ke-13 yang memberi keunggulan bagi Lecce. Enam menit kemudian, Sassuolo menyamakan kedudukan lewat gol cepat Armand Lauriente. Namun, Cheddira kembali mengantarkan gol ke-2 bagi tamu pada menit ke-24, menjadikan skor 1-2. Usaha balasan neroverdí tidak sia-sia; pada menit ke-81, Andrea Pinamonti menyeimbangkan kembali menjadi 2-2 dengan tembakan tajam. Pertarungan kembali berlanjut hingga menit tambahan, ketika Nikola Stulic menutup pertandingan dengan gol kemenangan pada menit 90+5, menegaskan hasil akhir 2-3 untuk Sassuolo.

Dampak Absen Jay Idzes

Ketidakhadiran Idzes menjadi sorotan utama. Media Italia, termasuk Sassuolo News, menilai absennya bek berusia 25 tahun membuat lini belakang tim menjadi timpang. Pelatih Fabio Grosso dipaksa mengubah taktik, menurunkan pemain tengah yang belum teruji di posisi bek sentral. Kondisi Idzes yang belum pulih sepenuhnya menimbulkan kekhawatiran tidak hanya bagi klub, tetapi juga bagi Timnas Indonesia yang menjelang FIFA Matchday Juni 2026.

Penjajakan Pinamonti oleh Roma

Di luar lapangan, Andrea Pinamonti menjadi sorotan transfer. Setelah mencetak sembilan gol liga dan menambah total 30 gol dalam tiga musim Serie A terakhir, striker berusia 27 tahun tersebut menarik minat klub-klub besar, termasuk AS Roma dan SSC Napoli. Kontrak Pinamonti dengan Sassuolo akan berakhir pada 2027, dan klub Neroverdi tampaknya bersedia melepaskannya. Perubahan agen ke GR Sports yang diwakili Giuseppe Riso menandakan langkah profesional yang menguatkan spekulasi kepindahan.

Ismael Kone dan Klausa Rilis €35 Juta

Midfielder Kanada Ismael Kone juga menjadi topik hangat. Pada konferensi pers pasca pertandingan melawan Lecce, Kone mengonfirmasi adanya klausul rilis senilai €35 juta dalam kontraknya. Klausul tersebut telah menarik perhatian AC Milan dan Inter Milan, yang keduanya dikabarkan memantau performa Kone yang mencetak enam gol dalam 34 penampilan Serie A. Meskipun demikian, Kone menyatakan kepuasannya dengan proyek Neroverdi dan menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan klub dan pemain.

Implikasi bagi Timnas Indonesia

Kondisi Idzes yang masih dirawat menjadi bahan perbincangan di kalangan pengamat Tanah Air. Bung Ropan, pengamat senior, menekankan perlunya John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, menyiapkan skema darurat untuk laga melawan Oman (5 Juni 2026) dan Mozambik (9 Juni 2026). Alternatif yang diusulkan meliputi Rizky Ridho, Jordi Amat, Justin Hubner, dan Kevin Diks, yang masing‑masing memiliki kualitas taktis tinggi. Ketersediaan pemain‑pemain tersebut diyakini mampu menutup kekosongan yang ditinggalkan Idzes, meski kehilangan sosok pemimpin di lini pertahanan tetap menjadi risiko signifikan.

Secara keseluruhan, pertandingan melawan Lecce menyoroti tantangan ganda yang dihadapi Sassuolo: krisis defensif akibat cedera, tekanan transfer untuk pemain kunci seperti Pinamonti dan Kone, serta dampak lintas negara yang memengaruhi skuad nasional. Bagaimana Fabio Grosso menata kembali formasi dan apakah klub dapat mempertahankan talenta utama akan menjadi pertanyaan penting menjelang penutup musim Serie A.