LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Dalam sebuah pernyataan publik, Anies Baswedan menyoroti kebijakan ekonomi pemerintah yang menurutnya justru menambah beban dan menimbulkan rasa lesu di kalangan masyarakat. Ia mengibaratkan kebijakan tersebut sebagai “obat tidur” yang membuat publik terlelap dan tidak mampu mengatasi tantangan ekonomi yang semakin berat.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan Anies Baswedan:
- Hentikan kebijakan yang menimbulkan efek “obat tidur” bagi publik, terutama yang tidak jelas sasaran dan dampaknya.
- Berikan kebijakan ekonomi yang transparan, dengan penjelasan rinci tentang alokasi dana dan target pencapaian.
- Prioritaskan stabilitas nilai tukar Rupiah melalui langkah-langkah yang dapat diprediksi oleh pasar.
- Fokus pada penurunan harga barang pokok melalui kebijakan produksi dan distribusi yang efisien.
- Libatkan pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan sektor swasta, dalam perumusan kebijakan.
Pihak pemerintah menanggapi kritik tersebut dengan menegaskan bahwa kebijakan yang diambil bertujuan menstabilkan perekonomian pasca-pandemi. Namun, belum ada pernyataan resmi yang secara spesifik menjawab permintaan transparansi dan kejelasan yang diajukan Anies.
Para pengamat menilai bahwa kritik ini mencerminkan kekhawatiran luas di antara masyarakat dan pelaku usaha mengenai arah kebijakan makroekonomi. Jika tidak ada perbaikan dalam hal transparansi dan efektivitas, risiko ketidakstabilan ekonomi dapat meningkat, memicu lebih banyak tekanan pada nilai tukar dan inflasi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet