Prabowo Cetak Sejarah, Presiden Pertama Sampaikan Pidato KEM-PPKF di DPR; Misbakhun Sebut Tradisi Baru
Prabowo Cetak Sejarah, Presiden Pertama Sampaikan Pidato KEM-PPKF di DPR; Misbakhun Sebut Tradisi Baru

Prabowo Cetak Sejarah, Presiden Pertama Sampaikan Pidato KEM-PPKF di DPR; Misbakhun Sebut Tradisi Baru

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (26 Mei 2025) menjadi presiden pertama yang menyampaikan pidato KEM-PPKF (Kebijakan Ekonomi Makro – Prioritas Kebijakan Fiskal) secara langsung di depan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Acara yang berlangsung di ruang sidang DPR ini menandai langkah historis sekaligus membuka babak baru dalam tradisi hubungan eksekutif-legislatif terkait kebijakan ekonomi nasional.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan tiga pilar utama kebijakan ekonomi pemerintah 2027: penguatan fiskal melalui peningkatan penerimaan pajak, percepatan pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan sosial. Ia juga menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas makroekonomi sambil mendorong pertumbuhan inklusif.

  • Penguatan Fiskal: Target peningkatan penerimaan pajak sebesar 12 % dibanding tahun sebelumnya, dengan memperluas basis pajak dan memperbaiki kepatuhan.
  • Pembangunan Infrastruktur: Investasi sebesar Rp 1.200 triliun dalam proyek jalan, pelabuhan, dan energi terbarukan selama periode 2025‑2027.
  • Kesejahteraan Sosial: Penambahan dana alokasi khusus bagi program pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial bagi rumah tangga berpendapatan rendah.

Menanggapi momentum historis tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Misbakhun, menyatakan bahwa penyampaian KEM-PPKF di DPR merupakan “tradisi baru” yang akan memperkuat akuntabilitas dan transparansi kebijakan ekonomi. Ia menambahkan bahwa dialog langsung dengan anggota parlemen akan meningkatkan kualitas legislasi dan mempercepat implementasi program prioritas.

Pengamat ekonomi menilai bahwa langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan memperjelas arah kebijakan fiskal di tengah tantangan global, seperti fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian geopolitik. Mereka juga berharap bahwa keterlibatan aktif DPR akan menghasilkan pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan anggaran.

Dengan sejarah baru ini, harapan publik kini terpusat pada implementasi konkret kebijakan yang telah dijabarkan. Masyarakat menantikan dampak nyata berupa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penurunan tingkat kemiskinan, serta peningkatan kualitas layanan publik.