Drama 2-3 di Mapei Stadium: Lecce Mengguncang Sassuolo dengan Gol di Detik Akhir
Drama 2-3 di Mapei Stadium: Lecce Mengguncang Sassuolo dengan Gol di Detik Akhir

Drama 2-3 di Mapei Stadium: Lecce Mengguncang Sassuolo dengan Gol di Detik Akhir

LintasWarganet.com – 20 Mei 2026 | Pada Senin, 18 Mei 2026, Mapei Stadium di Reggio Emilia menyaksikan salah satu pertandingan paling menegangkan di pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026. Tanpa bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, tim Neroverdi Sassuolo harus menelan kekalahan tipis 2-3 dari tim giallorossi Lecce. Pertandingan yang berlangsung penuh liku ini tidak hanya menampilkan perubahan taktik dramatis dari pelatih Eusebio Di Francesco, tetapi juga menyoroti aksi gemilang dua pemain kunci: striker Maroko Walid Cheddira dan gelandang serba bisa Nikola Stulic.

Kronologi Gol dan Poin Penting

  • 13′ – Walid Cheddira membuka skor untuk Lecce setelah memanfaatkan peluang dari umpan silang.
  • 19′ – Armand Laurienté menyamakan kedudukan bagi Sassuolo, memanfaatkan kekosongan di pertahanan lawan.
  • 24′ – Cheddira kembali mencetak gol, kali ini dengan sundulan tajam dari cross Banda, mengembalikan keunggulan 2-1 untuk Lecce.
  • 81′ – Andrea Pinamonti menegakkan kembali kedudukan Sassuolo menjadi 2-2, memanfaatkan ruang di area penalti.
  • 90+5′ – Nikola Stulic menjadi pahlawan akhir dengan gol kemenangan pada tambahan waktu, melesatkan bola ke sudut atas setelah menerima umpan lepas dari Gandelman.

Taktik Eusebio Di Francesco Membuktikan Keberhasilan

Setelah tim berada di bawah tekanan, Di Francesco tidak ragu mengganti seluruh susunan pemain ofensif yang tersedia. Ia menurunkan Stulic dan N’Dri, menambah keberadaan Camarda dan Gandelman yang sudah berada di lapangan. Keputusan tersebut mengubah dinamika permainan, mengalihkan fokus dari pertahanan ke serangan cepat. Salah satu serangan paling berkesan muncul dari umpan silang akurat Gallo di sisi kiri, yang kemudian dihubungkan dengan sponda udara Gandelman sebelum akhirnya menghasilkan tembakan keras dari jarak enam belas meter oleh mantan penyerang Charleroi. Gerakan ini menegaskan kemampuan Di Francesco dalam memanfaatkan setiap opsi pemainnya pada saat krusial.

Walid Cheddira: Dari Objek Misterius Menjadi Penentu Nasib

Cheddira, yang pada awal musim dipandang sebagai pemain yang belum menemukan ritme, menorehkan penampilan luar biasa pada babak pertama. Ia mencetak dua gol dalam rentang 25 menit, menjadi faktor utama dalam kebangkitan Lecce. Gol pertamanya datang dari aksi cepat setelah kesalahan pertahanan Sassuolo, sementara gol keduanya merupakan sundulan tajam yang memanfaatkan cross Banda. Kedua gol tersebut tidak hanya memperlihatkan kecepatan reaksi, tetapi juga kemampuan Cheddira dalam menyesuaikan diri dengan taktik Di Francesco, yang menekankan gerakan tanpa bola dan penetrasi melalui ruang sempit. Penampilan ini menegaskan peran pentingnya dalam upaya Lecce mempertahankan posisi satu poin di papan klasemen.

Nikola Stulic: Penyelamat di Detik Akhir

Setelah hampir 70 menit tanpa gol penentu, Stulic muncul sebagai penyelamat timnya. Pada menit tambahan pertama babak kedua, ia menerima bola di area penalti setelah pergerakan cepat Gandelman. Dengan ketenangan luar biasa, Stulic menaklukkan kiper Sassuolo dan menempatkan bola di sudut atas, memastikan kemenangan 3-2 bagi Lecce. Gol ini tidak hanya menambah catatan pribadi Stulic, tetapi juga menggarisbawahi efektivitas rotasi pemain yang dilakukan Di Francesco. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana keputusan taktis yang tepat dapat mempengaruhi hasil akhir pertandingan.

Secara keseluruhan, pertandingan antara Sassuolo dan Lecce menjadi contoh klasik dari sepak bola Italia yang menggabungkan taktik cerdas, perubahan formasi dinamis, dan aksi individu yang menonjol. Kemenangan Lecce membawa mereka selangkah lebih dekat ke zona aman klasemen, sementara Sassuolo harus mengevaluasi kembali strategi defensifnya, terutama mengingat absennya Jay Idzes yang berdampak signifikan pada lini belakang. Pertarungan ini menegaskan bahwa dalam sepak bola, setiap keputusan, baik di bangku pelatih maupun di lapangan, dapat menjadi penentu hasil akhir.