LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Pasukan keamanan Israel kembali menahan dua aktivis Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Penahanan ini menambah jumlah warga negara Indonesia yang ditahan di wilayah Israel menjadi tujuh orang sejak awal operasi GSF 2.0.
Global Sumud Flotilla adalah inisiatif non‑militer yang bertujuan mengirim bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina yang mengalami blokade. Tim Indonesia berangkat pada akhir April 2024 bersama relawan dari beberapa negara. Pada tanggal 10 Mei 2024, dua anggota tim Indonesia dilaporkan ditahan di bandara Ben‑Gurion setelah proses pemeriksaan imigrasi yang dipertanyakan.
Berikut rangkuman kronologis penahanan:
- 12 April 2024 – Tim GSF 2.0 berangkat dari Jakarta menuju Tel Aviv.
- 24 April 2024 – Lima anggota tim Indonesia tiba di Israel dan memulai koordinasi bantuan.
- 10 Mei 2024 – Dua anggota tim Indonesia ditahan di bandara Ben‑Gurion.
- Setelah penahanan tersebut, tiga anggota tim lainnya juga ditahan dalam operasi keamanan Israel, sehingga total penahanan WNI mencapai tujuh orang.
Pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) menyatakan keprihatinan mendalam atas penangkapan tersebut. Kemenlu menuntut agar Israel segera melepaskan semua warga negara Indonesia yang ditahan dan memberikan penjelasan resmi mengenai dasar hukum penahanan. Menteri Luar Negeri menambahkan bahwa Indonesia siap memberikan bantuan konsuler kepada para tahanan dan keluarganya.
Reaksi internasional juga mengarah pada kecaman terhadap tindakan Israel. Beberapa organisasi hak asasi manusia menilai penahanan ini sebagai pelanggaran terhadap konvensi internasional yang melindungi pekerja kemanusiaan. Di dalam negeri, masyarakat Indonesia menggalang dukungan melalui media sosial dengan tagar #BebaskanWNI.
Sampai saat ini, Israel belum memberikan pernyataan resmi yang menjelaskan alasan penahanan tersebut. Kemenlu Indonesia terus melakukan upaya diplomatik, termasuk mengirim tim konsuler ke Israel untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat demi mempercepat proses pembebasan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet