Matheus Cunha Siap Bersaing di Piala Dunia 2026: Dari Kontroversi VAR Hingga Peran Kunci di Brasil
Matheus Cunha Siap Bersaing di Piala Dunia 2026: Dari Kontroversi VAR Hingga Peran Kunci di Brasil

Matheus Cunha Siap Bersaing di Piala Dunia 2026: Dari Kontroversi VAR Hingga Peran Kunci di Brasil

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Matheus Cunha kembali menjadi sorotan publik setelah dikonfirmasi masuk dalam skuad 26 pemain Brasil untuk Piala Dunia FIFA 2026. Penampilan impresifnya bersama Manchester United di Liga Premier dan kontroversi keputusan VAR dalam laga melawan Nottingham Forest menambah ekspektasi terhadap peran sang penyerang muda di turnamen bergengsi tersebut.

Profil Matheus Cunha dan Karier di Manchester United

Berusia 26 tahun, Cunha menandatangani kontrak dengan Manchester United pada musim 2025/2026. Pada debutnya, ia mencetak sepuluh gol, menegaskan diri sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam skuad. Keberhasilan itu membuatnya menjadi satu-satunya Brasil dalam daftar pemain United musim depan, sekaligus menempatkannya di antara pilihan utama pelatih Carlo Ancelotti untuk menambah daya serang tim nasional.

Menurut catatan klub, penampilan Cunha tidak hanya diukur dari jumlah gol, tetapi juga kontribusi assist serta kemampuan menciptakan peluang di ruang sempit. Ancelotti menilai bahwa kecepatan, ketajaman dalam penyelesaian akhir, dan fleksibilitas posisi membuat Cunha layak menjadi alternatif utama di lini depan Brasil, khususnya mengingat beberapa pemain sayap utama sedang mengalami penurunan performa.

Kontroversi VAR pada Laga Manchester United vs Nottingham Forest

Pada pertandingan terakhir melawan Nottingham Forest, Cunha mencetak gol penentu kemenangan 3-2 setelah bola memantul dari lengan Bryan Mbeumo. VAR menilai bahwa kontak antara bola dan lengan Mbeumo bersifat tidak disengaja, meskipun banyak pengamat, termasuk mantan pemain dan komentator Sky Sports, menganggapnya sebagai handball jelas. Howard Webb, kepala pejabat PGMO, mengakui adanya kesalahan penilaian dan menyatakan bahwa gol tersebut seharusnya dibatalkan.

Keputusan kontroversial ini menimbulkan perdebatan luas tentang kebijakan handball dalam sepak bola modern. Meskipun keputusan akhir tetap memberi United tiga poin penting, insiden tersebut menyoroti peran penting teknologi dalam mempengaruhi hasil pertandingan dan menambah beban mental pada pemain seperti Cunha yang harus menyesuaikan diri dengan keputusan yang kadang berubah-ubah.

Harapan Brasil pada Piala Dunia 2026

Brasil kembali menargetkan gelar keenamnya di Piala Dunia. Dengan kehadiran veteran Casemiro yang sudah berpengalaman di dua edisi terakhir serta kehadiran pemain muda seperti Vinícius Júnior, Raphinha, dan kini Matheus Cunha, Ancelotti diharapkan dapat meracik formasi yang seimbang antara pengalaman dan kecepatan. Sementara Neymar, yang kembali setelah tiga tahun absen, diperkirakan akan mengisi peran No. 10, posisi penyerang utama kemungkinan akan diisi oleh duo Cunha dan Igor Thiago, mengingat keduanya menunjukkan performa konsisten di liga masing-masing.

Keputusan untuk menempatkan Cunha di lini tengah serang didasari oleh kemampuannya menembus pertahanan lawan, serta kebebasan bergerak yang dapat membuka ruang bagi rekan setim. Jika ia mampu mempertahankan konsistensi gol seperti yang ditunjukkan di United, Brasil berpotensi memiliki senjata tambahan yang mampu mengubah dinamika pertandingan melawan tim-tim kuat di Amerika Utara, Meksiko, dan Kanada.

Analisis Statistik dan Prediksi Performa

  • Jumlah gol musim debut di Manchester United: 10 gol.
  • Asist di musim yang sama: 3 assist.
  • Penampilan di tim nasional Brasil sebelum Piala Dunia 2026: 8 menit dalam pertandingan persahabatan, belum mencetak gol.
  • Rata-rata tembakan per pertandingan di Premier League: 3,2 tembakan.

Statistik tersebut menempatkan Cunha di antara penyerang tengah paling produktif di skuad Brasil. Dengan dukungan permainan sayap Vinícius Júnior dan Raphinha, peluang bagi Cunha untuk menerima umpan silang atau cut‑back meningkat signifikan.

Kesimpulan

Matheus Cunha kini berada pada titik krusial dalam kariernya. Dari sorotan di Old Trafford hingga kontroversi keputusan VAR, setiap pengalaman menambah kedewasaan dan kesiapan mentalnya untuk panggung internasional. Jika ia dapat mengulang performa impresif di liga Inggris ke dalam kompetisi Piala Dunia, Brasil memiliki peluang lebih besar untuk menembus babak final dan merebut gelar keenam. Semua mata akan terus mengikuti langkahnya, baik di panggung klub maupun di turnamen terbesar sepak bola dunia.