LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Pertandingan Eredivisie antara sc Heerenveen dan Ajax pada Minggu lalu berakhir dengan skor 0‑0, namun sorotan utama bukanlah hasil akhir melainkan kondisi cuaca yang ekstrem serta keputusan kontroversial sang wasit, Joey Kooij. Hujan deras yang turun di akhir laga menciptakan genangan air di Abe Lenstra Stadion, memaksa bola meluncur dengan sangat lambat dan menimbulkan perdebatan sengit di antara para analis, komentator, serta otoritas sepak bola Belanda.
Cuaca Ekstrem Mengganggu Jalannya Pertandingan
Seiring menit ke‑85, intensitas hujan meningkat secara tiba‑tiba, menghasilkan genangan yang menutupi sebagian besar lapangan. Statistik yang dikumpulkan oleh kolaborator statistik Kenneth Perez menunjukkan bahwa persentase umpan tepat menurun drastis dari 88% pada 85 menit pertama menjadi hanya 55% pada sisa waktu pertandingan. Meskipun kondisi tersebut membuat bola hampir tak dapat bergerak, pemain tetap melanjutkan permainan tanpa henti.
Reaksi KNKNB dan Pendapat Para Pakar
KNVB kemudian mengeluarkan pernyataan resmi menyatakan bahwa Kooij memiliki wewenang penuh untuk menghentikan atau menunda pertandingan bila kondisi cuaca mengganggu. “Keputusan untuk menghentikan atau menunda sementara sebuah pertandingan berada di tangan wasit,” ujar juru bicara KNVB kepada media. Meskipun demikian, wasit memilih melanjutkan laga hingga peluit akhir.
Arnold Bruggink, analis sepak bola di ESPN, menilai keputusan tersebut sangat tidak profesional. “Jika pertandingan dihentikan selama satu kuartal, kualitas permainan tentu akan jauh lebih baik,” ujarnya, menambahkan bahwa ia dan penonton “tertawa keras” melihat situasi yang tidak masuk akal.
Komunitas Media dan Tokoh Sepak Bola Mengkritik
Dalam program “Vandaag Inside”, presenter Wilfred Genee menanyakan pendapat Johan Derksen dan René van der Gijp tentang kondisi akhir laga. Kedua tokoh tersebut mengungkapkan keterkejutan mereka, dengan Derksen menyebut, “Airnya terus mengalir, tidak ada yang bisa dipukul.” Van der Gijp menambahkan, “KNVB seharusnya menyelesaikan ini, bukan membiarkan pertandingan berlanjut.”
Di sisi lain, dua jurnalis De Telegraaf, Mike Verweij dan Valentijn Driessen, terlibat perdebatan sengit mengenai kompetensi Joey Kooij. Verweij mengkritik penunjukan Kooij sebagai “keputusan yang sangat bodoh” dan menilai wasit tidak layak mengelola pertandingan dalam kondisi seperti itu. Driessen, meskipun tidak setuju, menegaskan bahwa Kooij “berada di atas semua pihak” dan menolak menilai integritasnya secara terbuka.
Dampak Kompetitif Bagi Ajax
Hasil imbang 0‑0 menempatkan Ajax dalam posisi yang kurang menguntungkan. Sebelumnya, kemenangan melawan Heerenveen berpotensi mengangkat Ajax ke peringkat keempat, melampaui FC Twente. Kini, tim Amsterdam harus bersaing di babak play‑offs untuk memperebutkan tiket putaran awal Conference League, sebuah konsekuensi yang tidak diharapkan mengingat prestasi mereka pada awal musim.
Kesimpulan
Insiden hujan deras di Abe Lenstra Stadion menyoroti tantangan logistik dalam kompetisi sepak bola modern, terutama ketika kondisi cuaca tak terduga menguji kebijakan dan keputusan wasit. Kritik tajam dari media, analis, dan mantan pemain menegaskan bahwa prosedur penanganan cuaca perlu ditinjau kembali oleh KNVB. Sementara itu, Ajax harus mempersiapkan diri untuk babak play‑offs, menutup satu babak yang penuh kontroversi dengan harapan dapat bangkit kembali di kompetisi Eropa.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet